SEPAK BOLA

Lapangan Bola
Permainan sepak bola dimainkan di atas lapangan berumput. Rumput pada lapangan ini bisa berupa rumput yang tumbuh alami maupun menggunakan rumput buatan. Lapangan sepak bola memiliki bentuk empat persegi panjang. Ukuran lapangan sepak bola bervariasi. Pada umumnya lapangan sepak bola memiliki panjang 90 – 120 meter (100 – 130 yards) dengan lebar 45 – 90 meter (50 – 100 yards). Namun untuk pertandingan internasional, lapangan yang digunakan harus memiliki ukuran panjang 100 – 110 meter (110 – 120 yards) dengan lebar 64 – 75 meter (70 – 80 yards).
Lapangan sepak bola dibatasi dengan garis, untuk membedakan daerah permainan dengan daerah di luar lapangan. Lebar garis yang digunakan tidak boleh lebih dari 12 cm (5 inci). Garis panjang lapangan sepak bola biasa dikenal dengan nama touch lines. Sedangkan garis lebar lapangan dikenal dengan nama goal lines. Selain touch lines dan goal lines, terdapat pula sebuah garis yang membagi panjang lapangan menjadi dua sama besar. Garis ini dinamakan dengan garis tengah lapangan (halfway line) tepat di tengah garis ini terdapat sebuah lingkaran dengan jari-jari 9,15 meter dari titik tengah lapangan. Di dalam lingkaran pada tengah lapangan inilah permainan sepak bola dimulai (kick off).
Pada kedua sisi di bagian goal lines terdapat sebuah gawang dengan ukuran panjang 7,32 meter (8 yards)dengan tinggi 2,44 meter (8 kaki). Tiang dan mistar gawang terbuat dari bahanmetal yang kuat dan tidak berbahaya bagi pemain. Tiang dan mistar gawang ini memiliki tebal 12 cm, dengan bentuk bulat maupun segi delapan dan dicat dengan warna putih. Pada bagian belakanng tiang dan mistar gawang terdapat jaring. Pemasangan jaring ini tidah boleh menganggu pergerakan penjaga gawang maupun pemain lain.
Di depan gawang terdapat satu daerah yang disebut sebagai daerah gawang. Jarak garis daerah gawang ini adalah 5,5 m dari titik tengah gawang. Selain daerah gawang, di depan gawang terdapat pula daerah yang lebih lebar lagi, yang disebut sebagai daerah pinalti. Daerah ini memiliki jarak 16,5 meter dari titik tengah gawang, dengan garis tambahan setengah lingkaran pada bagian depannya. Pada daerah pinalti terdapat titik putih yang berjarak 11 meter dari titik tengah gawang. Titik putih ini dikenal dengan nama titik pinalti, dan ada juga yang menyebutnya sebagai titik 11 meter, karena jaraknya sebelas meter dari gawang. Pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan pada daerah pinalti akan mengakibatkan diberikannya tendangan langsung dari titik 11 meter ini, yang dikenal dengan nama tendangan pinalti. Pada daerah pinalti inilah penjaga gawang dapat menggunakan tangannya untuk menangkap bola. Namun jika penjaga gawang berada di luar daerah pinalti, ia tidak diperkenankan untuk menggunakan tangan, yang jika dilanggar akan menimbulkan tendangan bebas untuk tim lawan.

A. Lapangan A (Formasi 1-4-3-3)

B. Lapangan B (Formasi 1-4-2-4)

Sebagai tanda pembatas lapangan, biasanya terdapat tiang dengan bendera di atasnya. Panjang tiang ini tidak boleh lebih dari 1,5 meter. Tiang ini terdapat pada empat sudut lapangan bola. Ada juga tiang yang terpasang sejajar dengan garis tengah lapangan, namun pemasangan tiang ini harus berjarak minimal 1 meter dari garis samping, dan pemasangan tiang ini juga tidak wajib. Tiang yang dipasang pada tiap sudut lapangan memiliki dua fungsi utama. Selain sebagai alat penunjuk batas lapangan, tiang bendera ini juga digunakan untuk menentukan apakan bola tersebut keluar melalui garis gawang atau garis samping. Selain tiang bendera, pada tiap sudut lapangan sepak bola terdapat bentuk sepermpat lingkaran yang berukuran 1 meter dari titik sudut lapangan. Garis lengkung seperempat lingkaran ini digunakan sebagai batas untuk melakukan tendangan sudut. Pada saat melakukan tendangan sudut, bola tidak boleh keluar dari garis seperempat lingkaran ini.
Di depan bench masing-masing tim terdapat sebuah area yang dikenal dengan nama daerah teknik (technical area). Daerah teknik ini dibatasi dengan garis yang berjarak 1 meter dari garis samping lapangan sepak bola. Pada area teknik inilah pelatih atau oficial tim yang berwenang diperbolehkan memberikan instruksi kepada pemainnya selama pertandingan berlangsung. Pada saat memberikan instruksi, pelatih atau oficial tim tidak boleh melewati garis batas. Jika pelatih melewati garis batas, maka yang bersangkutan akan mendapat peringatan dari official pertandingan, dan bahkan dapat diusir oleh wasit. Pada saat yang bersamaan hanya boleh satu orang official tim yang diperkenankan memberikan instruksi pada pemainnya.
Hampir di setiap stadion tempat berlangsungnya pertandingan bola, kita dapat melihat adanya papan iklan dari sponsor pertandingan atau tim tersebut. Papan reklame ini terletak dipinggir lapangan. Jarak papan reklame dari garis tepi lapangan sepak bola minimal 1 meter. Hal ini ditujukan agar pergerakan pemain tidak terganggu dengan papan reklame yang ada.

Pemain

Permainan sepak bola dimainkan oleh dua tim yang saling berhadapan, dengan masing-masing tim terdiri dari 11 pemain utama termasuk seorang penjaga gawang. Sebelas pemain utama ini biasa disebut dengan nama “starter”. Dafatar nama dari sebelas pemain utama ini dikenal dengan sebutan “starting line up”. Selain sebelas pemain utama, dalam satu tim juga terdapat beberapa pemain cadangan, yang dapat dimainkan pelatih untuk menggantikan pemain inti jika diperlukan.
Jumlah pemain pengganti (pemain cadangan) dalam setiap turnamen biasanya ditentukan oleh asosiasi sepak bola yang menyelnggarakan turnamen tersebut. Namun FIFA dan IFAB membatasi jumlah maksimal pemain pengganti sebanyak enam orang. Pada saat pertandingan sepak bola sedang berlangsung, penggantian hanya boleh dilakukan apabila bola tidak dalam permainan, dan atas seijin wasit. Jumlah maksimal penggantian dalam satu kali pertandingan resmi adalah 3 kali. Pada pertandingan persahabatan penggantian pemain dapat dilakukan lebih dari 3 kali, dengan maksimal 7 kali kecuali jika ada kesepakatan sebelumnya antara kedua tim yang bertanding dan wasit. Pemain yang sudah diganti tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam lapangan sepak bola sebagai pemain pengganti.
Pemain sepak bola terbagi dalam beberapa posisi, sesuai dengan kemampuan dan tugasnya. Selain penjaga gawang, pemain dibagi dalam tiga posisi utama, yaitu pemain bertahan (bek), pemain tengah (gelandang), dan pemain depan (penyerang). Masing-masing posisi utama tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa posisi. Untuk pemain belakang, posisi yang dapat ditempati adalah bek tengah, bek sayap, dan sweper. Bek tengah menempati posisi tepat di bagian tengah daerah pertahanan, di depan penjaga gawang. Bek sayap menempati bagian kanan dan kiri daerah pertahanan, sedangkan sweeper menempati posisi diantara bek tengah dan penjaga gawang, dengan tugas menyapu bersih bola dan pemain lawan yang berhasil lolos dari hadangan bek tengah. Namun saat ini posisi sweeper sudah jarang digunakan. Hal ini karena para pelatih lebih suka memasang pemain bertahan yang sejajar, dengan tujuan memungkinkan dilakukannya jebakan offside.
Posisi pemain tengah terbagi atas empat bagian, yaitu gelandang bertahan, gelandang sayap, gelandang tengah, dan gelandang menyerang. Gelandang bertahan adalah pemain tengah yang menempati posisi di depan bek tengah, dengan tugas utama membantu pertahanan. Gelandang tengah merupakan penyeimbang permainan, dengan tugas membantu pertahanan dan penyerangan. Saat ini posisi gelandang tengah dan gelandang bertahan banyak dimainkan oleh satu orang pemain, karena posisi dan fungsinya yang hampir sama. Gelandang sayap menempati posisi di kanan dan kiri lapangan tengah. Mereka biasanya membantu penyerangan dengan memanfaatkan lebar lapangan, dan mengirimkan umpan silang ke daerah pertahanan lawan. Dari umpan silang gelandang sayap ini sering terjadi gol yang cukup menentukan hasil pertandingan.
Pemain yang berposisi gelandang menyerang menempati wilayah bagian depan dari lapangan tengah, dekat dengan posisi pemain penyerang. Fungsi utamanya adalah membantu penyerang dalam upaya membobol gawang lawan. Karena dekatnya posisi gelandang menyerang dengan posisi pemain penyerang, maka pemain ini sering disebut juga sebagai penyerang lubang (tiba-tiba muncul dari celah antara dua pemain penyerang), dan cukup merepotkan pemain bertahan lawan.
Pemain yang paling diwaspadai oleh pemain bertahan lawan adalah pemain yang memiliki posisi sebagai penyerang. Posisi penyerang dalam sebuah tim terbagi atas penyerang tengah dan penyerang sayap. Penyerang tengah adalah pemain yang menusuk daerah pertahanan lawan dari tengah lapangan. Sedangkan penyerang sayap memanfaatkan lebar lapangan dan celah pertahanan lawan dari kanan dan kiri gawang lawan. Biasanya penyerang sayap, selain mencetak gol, merupakan “pembantu” dari penyerang utama dalam melaksanakan tugasnya. Tugas utama dari penyerang adalah memasukkan bola ke dalam lawan. Namun selain itu, penyerang juga dapat membuka pertahanan lawan dan memberi ruang maupun umpan kepada rekannya untuk memasukkan bola lewat ruang yang dibukanya. Hal ini sangat mungkin karena biasanya pemain bertahan terpaku pada pergerakan penyerang, tanpa menyadari munculnya pemain lain yang menerobos masuk ke daerah pertahanannya dan mencetak gol.

Perlengkapan Pemain

Setiap pemain dari sebuah tim yang bertanding diwajibkan untuk mengenakan baju seragam yang sama, dari kaos, celana, hingga kaos kaki. Namun warna kaos yang dikenakan oleh sebuah tim tidak boleh sama dengan warna kaos tim lawan. Kaos yang dipakai oleh masing-masing pemain harus dilengkapi dengan nomor punggung. Pengecualian pemakaian seragam ini hanya diberikan pada penjaga gawang. Warna pakaian penjaga gawang harus berbeda dari pemain lain, agar tidak membingungkan wasit yang memimpin pertandingan dan pemain lain. Kaos seragam yang dikenakan oleh pemain harus memiliki lengan dengan warna yang sama dengan warna kaosnya, dan tidak boleh ada tulisan maupun gambar yang berbau provokasi, SARA, maupun promosi yang berlebihan. Logo atau tulisan yang diperbolehkan terdapat pada pakaian seragam pemain sepak bola adalah logo tim, nomor punggung, dan logo sponsor.
Selain mengenakan seragam, setiap pemain juga diwajibkan untuk mengenakan pelindung tulang kering dan sepatu khusus untuk sepak bola. Pelindung tulang kering berfungsi untuk melindungi tulang kering dari cidera yang fatal akibat benturan dengan pemain lain. Benturan tersebut sangat mungkin terjadi dalam melakukan perebutan bola. Tanpa menggunakan pelindung tulang kering, benturan yang terjadi akan berakibat fatal bagi pemain yang bersangkutan, bahkan dapat mengakibatkan berakhirnya karir pemain tersebut. Pelidung tulang kering yang diakui oleh FIFA terbuat dari bahan karet, plastik, atau bahan sejenis yang kokoh dan mampu menahan benturan. Pelindung tulang kering ini harus tertutup kaos kaki pemain pada saat digunakan.
Selain mengenakan perlengkapan yang sama dengan pemain lain, seorang penjaga gawang juga diharuskan untuk mengenakan sepasang sarung tangan khusus untuk sepak bola. Sarung tangan ini memiliki kemampuan untuk mengurangi efek benturan bola dengan telapak tangan. Selain itu sarung tangan ini juga akan melindungi tangan dan jari penjaga gawang dari cidera saat harus menangkap atau menghalau bola. Selain itu seorang penjaga gawang juga mendapat perlindungan khusus selama ia berada di daerah pinalti. Perlindungan ini ditujukan untuk melindungi penjaga gawang dari benturan yang disegaja atau tidak dengan pemain lawan saat ia sedang menangkap atau memegang bola.

Teknik – Teknik Dasar Bermain Sepak Bola

Teknik individu dari setiap pemain ini harus dimiliki oleh setiap pemain sepak bola. teknik individu ini terdiri dari beberapa hal, seperti menendang bola, mengumpan bola, melakukan sundulan, mencetak gol, menggiring bola, dan lain-lain.

* Menendang bola

Teknik paling dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepak bola adalah menendang bola. seorang pemain sepak bola setidaknya harus bisa menendang bola dengan baik. Hal ini merupakan kemampuan yang sangat dasar, mengingat pemain sepak bola menggunakan kakinya untuk mnendang bola, baik itu ditujukan untuk memberikan operan ke rekan satu tim, mencetak gol ke gawang lawan, maupun untuk membuang bola yang membahayakan gawang timnya.

Untuk menendang bola biasanya pemain menggunakan kakinya yang paling kuat, baik itu kaki kanan maupun kaki kiri. Namum ada juga pemain yang dapat menendang bola sama baiknya dengan kaki kanan maupun kaki kirinya. Sedangkan bagian yang bersentuhan dengan bola pada saat melakukan tendangan bervariasi. Ada pemain yang menendang menggunakan punggung kakinya, menendang bola dengan kaki bagian dalam, dan ada juga pemain yang menendang bola dengan kaki bagian luar. Bahkan pada waktu tertentu ada pemain yang menggunakan tumitnya untuk melakukan operan bola. Bagian manapun dari kaki yang digunakan untuk menendang bola biasanya disesuaikan dengan tujuan dari pemain tersebut, apakah akan melakukan operan menyusur tanah, operan lambung, atau untuk menendang bola dengan keras.

* Mengumpan bola

Sebagai permainan tim, sepak bola mengharuskan para pemainnya untuk menjalin kerja sama yang baik dengan rekan satu tim. Dalam hal ini, melakukan umpan ke rekan satu tim merupakan hal yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola. hal ini ditujukan supaya penerima bola tidak kesulitan dalam menerima operan, dan yang paling fatal adalah tidak terjadi salah umpan sehingga bola dikuasai oleh pemain lawan dan membahayakan gawang sendiri.

Operan dalam sepak bola terdiri dari berbagai bentuk, dengan berbagai tujuan. Bentuk operan dalam sepak bola dapat berupa operan datar, umpan lambung, unpan panjang dan pendek, umpang silang (atau dikenal dengan crossing), dan juga umpan terobosan. Umpan yang dilakukan dapat menggunakan kepala (heading) maupun dengan kaki. Tujuan umpan itu sendiri ada yang digunakan untuk memulai penyerangan, memberikan peluang mencetak gol pada penyerang, mengamankan daerah pertahanan, bahkan dapat juga digunakan untuk mengecoh pemain lawan.

* Menyundul bola

Selain menggunakan kaki, pemain bola juga sering menggunakan kepalanya untuk mengumpan maupun memasukkan bola ke alam gawang lawan. Bola yang melayang di udara menjadi “makanan” bagi kepala untuk mengarahkannya ke rekan satu tim atau ke dalam gawang lawan. Memindahkan bola dengan kepala inilah yang disebut dengan menyundul bola.

Menyundul bola dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan melompat menyamput datangnya bola. selain dengan melompat ke atas, ada juga pemain yang menyundul bola sambil menjatuhkan badan. Hal ini dilakukan apabila bola yang datang melayang tidak begitu tinggi dari tanah. Cara ini sering mengecoh pemain bertahan dan penjaga gawang lawan, karena biasanya bola yang melayang tidak begitu tinggi dari tanah akan disambut dengan kaki, bukan dengan kepala.

* Mencetak gol

Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan, atau mencetak gol, untuk memenangkan pertandingan. Berbagai cara dilakukan oleh pemain untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Dalam upayanya mencetak gol bagi timnya, pemain harus melewati hadangan pemain bertahan dan penjaga gawang lawan. Semakin baik koordinasi pemain bertahan dan semakin tangguh penjaga gawang lawan, maka akan semakin sulit untuk dilewati dan mencetak gol. Kerja sama antar pemain mutlak diperlukan untuk mengecoh pemain bertahan dan menundukkan penjaga gawang lawan.

Dalam mencetak gol, pemain dapat melakukannya dengan berbagai macam cara. Mencetak gol dapat dilakukan dengan sundulan kepala maupun tendangan keras ke arah gawang lawan. Pemain dapat mencetak gol dari dalam daerah pinalti maupun dari luar kotak pinalti. Bahkan pemain juga dapat mencetak gol melalui tendangan bebas langsung, meskipun harus berhadapan dengan “pagar hidup” pemain lawan.
* Menggiring bola

Salah satu teknik yang cukup penting bagi pemain sepak bola adalah bagaimana dia mampu mengontrol bola dan membawanya menuju ke daerah lawan untuk kemudian diumpna ke rekan satu tim maupun dilesakkan langsung ke gawang lawan. Kemampuan ini dikenal dengan teknik menggiring bola. menggiring bola dilakukan pemain untuk mengecoh pemain lawan yang menjaganya dan akan merebut bola yang dikuasainya.

Menggiring bola dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bagian kaki yang bersentuhan dengan bola saat pemain menggirirng bola pun bervariasi. Pemain dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki untuk menggiring bola. penggunaan bagian dari kaki tersebut dalam menggiring bola disesuaikan dengan kebutuhan pemain.
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
1. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
2. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
3. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.

2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.

Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan
tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila
tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan
operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.

Untuk pemain yang menggunakan kaki kanan, dia akan menggunakan kaki bagian dalam untuk mengecoh lawan yang berada di sebelah kanannya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan untuk mengecoh lawan yang mencoba menghadang dan merebut bola dari sebelah kirinya. Hal tersebut bertolak belakang dengan pemain yang menggunakan kaki kiri (pemain kidal). Pemain kidal akan menggunakan kaki bagian dalam saat menggiring bola untuk mengecoh lawan yang menghadang di sebelah kirinya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan pemain kidal untuk melewati lawan yang coba merebut bola dari sebelah kanannya.

Menggiirng bola dengan menggunakan punggung kaki digunakan oleh semua pemain, baik itu pemain kidal maupun tidak, untuk menggiring bola dengan cepat ke arah depan. Hal ini karena menggirig bola dengan punggung kaki akan menyebabkan laju bola cukup jauh di depan pemain. Tentunya menggiring bola dengan punggung kaki akan efektif jika tidak ada pemain yang mencoba menghadang dan merebut bola dari arah depan, karena control bola akan cukup sulit dilakukan untuk menghindarinya.

* Menerima operan

Umpan adalah salah satu hal penting dalam sepak bola. Hampir setiap saat kita dapat melihat pemain sepak bola memberi dan menerima umpan. Umpan yang baik adalah umpan yang akurat, baik itu arah dan kecepatannya, sehingga penerima umpan akan dapat menerima dan mengontrol bola dengan baik.

Untuk menerima umpan dari rekan satu tim, pemain dapat menggunakan hampir semua bagian tubuhnya kecuali tangan. Untuk umpan ke arah penjaga gawang (back pass), penjaga gawang hanya diperbolehkan menerima umpan dengan tangan di kotak pinalti jika bola tersebut diumpan tidak dengan kaki. Namun jika bola diumpan ke penjaga gawang dengan kaki, maka penjaga gawang tidak boleh menerima bola dengan tangan, meskipun ia berada di dalam kotak pinalti. Jika itu dilanggar, maka tim lawan akan mendapat hadiah tendangan bebas tidak langsung dimana penjaga gawang tersebut melakukan kesalahan.

Pemain yang menerima umpan dapat menggunakan badan, kepala, atau kakinya untuk menerima dan mengarahkan bola ke daerah yang dikehendakinya. Biasanya umpan tersebut akan diarahkan ke daerah yang kosong, untuk kemudian dikontrol oleh penerima umpan. Bola yang sudah diterima dapat diumpan kembali ke pemain lain yang lebih bebas, digiring menuju daerah lawan, atau dilesakkan ke gawang lawan untuk mencetak gol.

* Merebut bola dari lawan

Pemain selain menguasai teknik dasar sepak bola, seperti menendang bola, mengumpan bola, menggiring bola, melakukan sundulan bola, dan mencetak gol, juga harus dapat merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Hal ini ditujukan untuk mencegah lawan mencetak gol, dan membangun serangan untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Ada banyak cara yang digunakan pemain untuk merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Satu atau dua pemain, atau bahkan lebih, dapat menempel lawan yang menguasai bola dengan ketat sehingga lawan kehilangan ruang dan kesempatan untuk mengumpan atau menendang bola, untuk kemudian mencuri bola dari kaki lawan. Meskipun cara ini terlihat cukup efektif, namun mengurung pemain lawan yang menguasai bola akan membuka ruang bagi pemain lain yang tidak terkawal.

Cara lain yang sering dilakukan oleh pemain untuk merebut bola dari kaki lawan adalah dengan melakukan tackling. Tackle ini biasa dilakukan oleh pemain bertahan maupun pemain tengah untuk menghentikan laju bola yang dibawa oleh pemain lawan. Tackle dilakukan dengan cara mengait atau menjauhkan bola dari lawan dengan menggunakan kaki sambil menjatuhkan badan. Sasaran tackle adalah bola, dan bukan kaki lawan. Jika tackle yang dilakukan pemain mengenai kaki lawan, bukan bola, maka pemain yang bersangkutan akan dinyatakan melakukan pelanggaran, dan dapat dikenai kartu kuning oleh wasit. Bahkan dalam kasus tertentu, tackle yang berpotensi membahayakan lawan, dapat dikenai kartu merah.

Selain mencuri bola dari kaki lawan dan melakukan tackling, ada cara lain untuk merebut bola dari kaki penguasaan lawan. Cara yang dimaksud adalah dengan melakukan intercept, atau memotong laju bola yang diumpan ke lawan. Intercept dapat dilakukan baik itu untuk umpan datar maupun umpan lambung. Dengan melakukan intercept, maka serangan balik ke arah pertahanan lawan dapat dengan cepat dilakukan, sebelum koordinasi pemain lawan terjalin dengan baik. Banyak gol yang tercipta dari intercept yang dilanjutkan dengan serangan balik ini. Salah satu hal yang mendukung adalah tim harus memiliki pemain yang mempunyai kemampuan lari cukup cepat, serta umpan yang terukur, sehingga pemain lawan akan kewalahan.

Kejuaran Sepak Bola

I. Kejuaraaan Dunia

Euro (Piala Eropa)

Piala Eropa, atau yang lebih dikenal dengan nama UEFA EURO, merupakan salah satu kompetisi sepak bola antar negara terbesar di dunia. Kompetisi UERO ini mempertemukan seluruh negara anggota EUFA. Penyelanggaraan UEFA EURO selalu dinanti oleh masyarakat sepak bola dunia, mengingat Eropa merupakan salah satu kiblat sepak bola, dengan kompetisi yang cukup ketat.

Piala Eropa diselenggarakan oleh UEFA setiap 4 tahun sekali. Tempat yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan putaran final Piala Eropa ditentukan oleh UEFA palig tidak 6 tahun sebelum putaran final tersebut dilaksanakan. Sepanjang sejarah perhelatan Piala Eropa, Jerman merupakan negara yang paling sukses. Jerman berhasil merajai sepak bola Eropa sebanyak tiga kali, 2 kali saat masih bernama Jerman Barat pada tahun 1972 dan 1980, dan sekali setelah bersatu dengan Jerman Timur, dibawah bendera Jerman pada tahun 1996. Penyelenggaraan putaran final Piala Eropa dilaksanakan 2 tahun sebelum atau sesudah putaran final Piala Dunia.

Piala ini memperebutkan sebuah piala yang deberi nama Piala Henry Delaunay. Pemberian nama ini dilakukan untuk menghormati Henry Delaunay, presiden FFF (Federasi Sepak bola Perancis) yang telah mencetuskan ide untuk mengadakan kejuaraan antar negara-negara di Eropa. Ide tersebut dicetuskan oleh Henry Delaunay pada tahun 1927.

Piala Eropa yang pertama kali diadakan pada tahun 1960, dengan Perancis sebagai tuan rumah. Kualifikasi menuju Piala Eropa di Perancis ini diikuti oleh 17 negara, namun hanya empat negara yang berhasil lolos ke putaran final. Pada putaran final tersebut Uni Soviet berhasil menjadi juara Piala Eropa untuk pertama kalinya, setelah mengkandaskan perlawanan Yugoslavia dengan skor 2 – 1. sedangkan tempat ketiga ditempati oleh Cekoslowakia, yang menundukkan tuan rumah Perancis dengan skor akhir 2 – 0.

Format Pertandingan Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa terbagi menjadi dua babak, yaitu babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa. Babak kualifikasi untuk memperebutkan tempat di putaran final Piala Eropa perlu diadakan karena negara Eropa yang menjadi anggota UEFA cukup banyak, dengan masing-masing berambisi untuk turut serta dalam putaran final Piala Eropa. Format yang digunakan pada babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa berbeda-beda.

* Kualifikasi Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa diikuti oleh semua anggota UEFA. Banyak negara yang telah menjadi anggota UEFA ingin berpartisipasi dalam putaran final Piala Eropa. Namun tidak semua negara dapat tertampung dalam putaran final Piala Eropa, karena jumlah negara yang berhak mengikuti putaran final Piala Eropa hanya 16 negara (sejak tahun 1980 hingga sekarang) termasuk tuan rumah. Untuk menentukan negara mana saja yang berhak masuk ke putaran final Piala Eropa, maka UEFA memutuskan untuk mengadakan pertandingan kualifikasi Piala Eropa.

Semua negara anggota UEFA (kecuali tuan rumah, yang otomatis lolos ke putaran final) berhak dan wajib untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa. Kualifikasi Piala Eropa terbagi dalam beberapa grup dengan sistim kandang dan tandang (sistim kompetisi penuh). Kuealifikasi Piala Eropa ini mulai diadakan setelah berakhirnya putaran final Piala Dunia, atau dua tahun sebelum perhelatan putaran final Piala Eropa dilansungkan.

Kualifikasi Piala Eropa memperebutkan sisa tempat yang ada di putaran final Piala Eropa. Untuk Piala Eropa tahun 2008 (UERO 2008), sisa tempat yang diperebutkan berjumlah 14 negara, karena UEFA menunjuk dua negara sebagai tuan rumah Piala Eropa 2008, yaitu Austria dan Swiss. Untuk memperebutkan jatah tiket yang tersisa, UEFA membagi kualifikasi Piala Eropa 2008 menjadi 7 grup. Negara-negara yang menjadi juara dan runner up pada masing-masing grup berhak untuk mengikuti putaran final Piala Eropa.

Penentuan siapa yang menjadi juara dan runner up dari masing-masing grup, yang lolos ke putaran final Piala Eropa, dilakukan dengan menghitung jumlah total poin yang diperoleh oleh negara dalam grup tersebut. Namun jika ada negara yang memiliki nilai yang sama, maka penentuan juara dan runner up dilakukan dengan beberapa kriteria yang dihitung atas pertemuan dari negara-negara yang memiliki nilai sama, yaitu:

* Hasil pertemuan negara-negara yang memiliki nilai sama, kandang dan
tandang.
* Selisih gol yang dimiliki oleh negara-negara tersebut.
* Jumlah gol yang dimasukkan oleh negara-negara tersebut.
* Jumlah gol yang dicetak pada pertandingan tandang masing-masing negara
tersebut.

* Putaran Final Piala Eropa

Putaran final Piala Eropa dilaksanakan di negara yang telah ditunjuk UEFA sebagai tuan rumah. Format yang dugunakan pada putaran Final Piala Eropa bebebeda dengan Format yang digunakan pada putaran final Piala Eropa terdiri dari dua bagian, yaitu babak penyisihan grup dan babak knock out.

Pada babak penyisihan grup, negara yang telah berhasil masuk ke dalam putaran final Piala Eropa, termasuk tuan rumah, dibagi dalam 4 grup, dengan masing-masing berisi 4 negara. Pembagian negara ke dalam grup dilakukan dengan melakukan undian. Tuan rumah beserta negara yang menjadi juara bertahan dan negara dengan peringkat UEFA terbaik ditempatkan pada satu pot terpisah. Sedangkan negara lain terbagi dalam tiga pot lain. Masing-masing pot berisi 4 negara.

Babak penyisihan grup menggunakan firmat setengah kompetisi, dimana masing-masing negara akan bertanding melawan negara yang berada dalam satu grup. Babak penyisihan grup ini dilakukan untuk memutuskan negara mana yang berhak maju ke babak knock out. Hanya juara dan runner up grup yang memilii kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Penentuan negara mana yang menjadi juara dan runner up ditentukan dengan total point yang diperoleh oleh masing-masing negara.

Negara yang lolos ke babak knock out akan bertemu dengan negara lain dari grup yang berbeda. Pertemuan dua negara yang terjadi pada babak knock out dilakukan dengan sistim silang, dimana juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain, dan runner up grup akan bertemu dengan juara grup lain. Negara yang berhasil memeanngkan pertandingan berhak maju ke babak selanjutnya. penentuan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya dilakukan dalam pertandingan yang berlangsung. Jika hingga waktu normal pertandingan berakhir seri, maka akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Jika belum ada negara yang memenangkan pertandingan, maka penentuan pemenang akan dilakukan dengan adu tendangan pinalti.

Statistik Piala Eropa

Sejak pertama kali penyelenggaraan Piala Eropa pada tahun 1960, Piala Eropa telah diselenggarakan 13 kali (hingga UERO 2008). Sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa tersebut, Jerman merupakan negara yang paling banyak merauh gelar juara, sebanyak 3 kali. Perancis membuntuti Jerman dengan meraih titel Juara Eropa dua kali. Selain itu, masih ada catatan statistik lain yang berkaitan dengan perhelatan Piala Eropa, yaitu:

* Tuan rumah Piala Eropa

Negara yang pertama kali menjadi tuan rumah putaran final Piala Eropa adalah Perancis, pada tahun 1960. Setelah itu, putaran final diselenggarakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda-beda. Pada penyelenggaraan putaran final Piala Eropa 2000, UEFA membuat sejarah dengan menunjuk dua negara sebagai tuan rumah bersama. Kedua negara tersebut adalah Belgia dan Belanda.

* Juara Piala Eropa

Diantara puluhan negara yang menjadi anggota UEFA, namun sangat sedikit negara yang pernah merasakan manisnya menjadi juara Piala Eropa. Sepanjang penyelenggaraan kejuaraan Piala Eropa, hanya 9 negara yang pernah menrengkuh tropi Henry Delaunay. Bahkan hanya ada dua negara yang berhasil memboyong Piala Eropa lebih dari sekali, yaitu Jerman dengan tiga gelar dan Perancis yang memenangkannya dua kali.

Berikut adalah daftar lengkap negara-negara yang menjadi juara Piala Eropa sejak tahun 1960:

* Jerman; merupakan negara paling sukses sepanjang perhelatan Piala Eropa. Jerman berhasil menjadi juara Piala Eropa tiga kali, yaitu pada tahun 1972, 1980 (dengan bendera Jerman barat), dan terakhir tahun 1996 setelah mengalahkan pendatang baru Republik Ceko lewat Gol Emas Oliver Bierhof.

* Perancis, berhasil menjadi juara Piala Eropa 2 kali, pada tahun 1984 dan 2000. anggota tim Perancis yang berhasil memenangkan Piala Eropa pada tahun 2000 sering disebut sebagai “generasi emas” Perancis, karena pada saat yang bersamaan negara Perancis merupakan juara bertahan Piala Dunia, yang diboyong pada tahun 1998 saat menjadi tuan rumah Piala Dunia.

* Rusia, merupakan negara pertama yang mengangkat tropi Henry Delaunay, pada penyelenggaraan Piala Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 1960. rusia memenangkan Piala Eropa tersebut dengan bendera Uni Soviet.

* Italia, Belanda, Denmark, dan Yunani berhasil menjadi kampiun Eropa masing-masing satu kali. Denmark dan Yunani merupakan negara yang memberikan kejutan saat berhasil meraih tropi Piala Eropa. Denmark berhasil menjadi juara ketika ditunjuk menggantikan Yugoslavia sebagai peserta putaran final Piala Eropa, pada perhelatan UERO 1992. Sedangkan Yunani membalikkan semua prediksi pengamat sepak bola dengan menjuarai UERO 2004 lalu. Yunani yang dinilai memiliki peluang paling tipis untuk menjadi juara berhasil mengalahkan tuan rumah Portugal yang lebih diunggulkan dalam dua kali kesempatan, yaitu pada babak penyisihan grup dan partai final UERO 2004.
* Spanyol; berhasil menjadi juara Piala Eropa sebanyak dua kali. gelar Piala Eropa terakhir yang diraih Spanyol adalah pada penyelenggaraan Piala Eropa 2008 di Swiss – Austria. Spanyol menjadi juara setelah menyudahi perlawanan Jerman dengan skor tipis 1-0.

* Pencetak gol terbanyak Piala Eropa

Seperti hal nya Piala Dunia, Penyelenggaraan Piala Eropa juga menghadirkan beragam statistik, baik yang melibatkan negara peserta maupun pemain yang menjadi bagian dari negara yang ikut serta dalam Piala Eropa. Salah satu catatan yang selalu mendapat perhatian lebih dari para penggemar bola adalah tentang sepak terjang pemain yang berhasil mencetak gol pada Piala Eropa. Siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak selalu menjadi salah satu pertanyaan setiap kali Piala Eropa digelar. Hal ini akan mendorong para pemain untuk meningkatkan performanya, karena inilah salah satu ajang yang dapat digunakan pemain untuk “menjual” kemampuannya.

Sepanjang perhelatan Piala Eropa telah banyak gol yang tercipta. Namun hanya sedikit pemain yang berhasil mencetak banyak gol selama berpartisipasi dalam Piala Eropa. Berikut kami hadirkan daftar pencetak gol terpanyak sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa:

9 Gol Michael Platini

7 Gol Alan Shearer

6 Gol Patrick Kluivert

5 Gol Milan Baros

Nuno Gomes

Thierry Henry

Juergen Klinsman

Savo Milosevic

Marco Van Basten

Zinedine Zidane

Michael Platini mencetak sembilan gol pada satu putaran final Piala Eropa, yaitu pada Piala Eropa 1984. ini merupakan rekor pencetak gol terbanyak dalam dalam satu penyelenggaraan Piala Eropa.

Selain pencetak gol terbanyak, ada juga pemain yang menjadi pemain terbanyak tampil di Piala Eropa. Lothar Mattheus, Peter Schmeichel, dan Aron Winter adalah pemain yang tampil pada 4 penyelenggaraan Piala Eropa yang berbeda.

World Cup (Piala Dunia)

Ajang pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia adalah FIFA World Cup (Piala Dunia FIFA). Ajang pertandingan sepak bola antar negara ini mempertemukan seluruh negara anggota FIFA yang telah lolos kualifikasi di putaran final. FIFA World Cup diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda untuk setiap kali penyelenggaraan.

Sebelum adanya Piala Dunia, pertandingan sepak bola antar dunia dilakukan sebagai salah satu olah raga yang dipertandingkan pada Olimpiade. Namun sejak tahun 1914 FIFA menetapkan bahwa pertandingan sepak bola pada Olimpiade hanya diperbolehkan bagi pemain-pemain amatir dari tiap negara peserta. Hal ini sangat bertentangan dengan keinginan IOC, sebagai penyelenggara Olimpiade, yang menghendaki pemain profesional juga main di pertandingan sepak bola Olimpiade. Hal ini membuat pertandingan tidak lagi dimasukkan dalam agenda Olimpiade oleh IOC.

Hal ini mendorong presiden FIFA Jules Rimet untuk merencanakan sebuah turnamen sepak bola tingkat dunia. Turnamen Piala Dunia ini diadakan di Uruguay pada tahun 1930. Penunjukkan Uruguay sebagai tuan rumah lebih ditujukan untuk menghormati Uruguay yang telah memenangkan dua kejuaraan sepak bola sebelumnya, sekaligus untuk memperingati hari kemerdekaan Uruguay yang ke-100. Sayangnya penunjukkan Uruguay sebagai tuan rumah menimbulkan masalah bagi negara-negara di dataran Eropa. Jauhnya jarak tempuh dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan membuat negara-negara di Eropa tidak bersedia mengikuti turnamen ini. Sebagai jalan tengah, akhirnya Jules Rimet mengutus 4 negara di Eropa untuk mewakili benua tersebut. Alhasil perhelatan Piala Dunia pertama ini diikuti oleh 13 negara, 7 dari Amerika Selatan, 4 dari Eropa, dan 2 dari Amerika Utara. Pada perhelatan Piala Dunia pertama ini, Uruguay berhasil menjadi juara setelah di final mengandaskan perlawanan Argentina dengan skor 4 – 2.

Perhelatan piala dunia kemudian diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah berpindah dari Eropa ke benua Amerika. Namun perhelatan akbar ini sempat terhenti antara tahun 1942 hingga 1946, ketika pecah Perang Dunia Kedua, yang melibatkan banyak anggota FIFA, sekaligus peserta Piala Dunia. Piala Dunia kembali digulirkan pada tahun 1950, dengan Brasil sebagai tuan rumah. Pada tahun inilah peristiwa besar terjadi, yaitu “tragedi Marcaana”, dimana tuan rumah Brasil dipecundangi oleh Uruguay pada partai puncak.

Pada perhelatan Piala Dunia tahun 1970 di Meksiko, Brasil membuktikan diri sebagai penguasa sepak bola dengan memenangkan kejuaraan Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Dengan demikian piala Jules Rimet yang menjadi lambang supremasi sepak bola dunia berhak menjadi milik Brasil untuk selama-lamanya. Namun sayangnya piala Jules Rimet ini hilang pada tahun 1980, dan hingga kini tidak pernah ditemukan.

Perhelatan Piala Dunia tahun 2002 merupakan sejarah manis bagi Asia. Pada Piala Dunia 2002, Asia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya, diluar negara-negera di Eropa dan Amerika. Pada Piala Duina 2002 juga untuk pertama kalinya FIFA menunjuk dua negara sebagai tuan rumah Piala Dunia, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Jika Asia sudah mendapat jatah untuk menyelenggarakan Piala Dunia, maka pada perhelatan Piala Dunia tahun 2010 giliran Afrika yang menjadi tuan rumah, diwakili oleh Afrika Selatan. Dengan demikian hanya satu asosiasi sepak bola yang belum pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, yaitu OFC, yang membawahi Oseania.

Format Piala Dunia

Piala Dunia menggunakan format yang berbeda untuk setiap babaknya. Secara garis besar, babak putaran Piala Dunia terbagi menjadi dua, yaitu babak kualifikasi dan putaran final Piala Dunia. Format yang digunakan untuk masing-masing babak adalah:

* Kualifikasi Piala Dunia

Setiap negara yang ingin berpartisipasi dalam kejuaraan Piala Dunia harus melalui babak kualifikasi. Namun hal ini tidak berlaku untuk tuan rumah. Secara otomatis, negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia mendapatkan jatah satu tempat di putaran final Piala Dunia. Pada awalnya juara bertahan juga dibebaskan dari keharusan mengikuti kualifikasi untuk dapat berpartisipasi pada Piala Dunia. Namun FIFA merubah peraturan sejak kualifikasi Piala Dunia 2006, yang menyatakan juara bertahan juga harus mengikuti kualifikasi Piala Dunia. Brasil menjadi juara bertahan pertama yang harus ikut dalam kualifikasi Piala Dunia.

Kualifikasi Piala Dunia biasanya paling cepat dimulai tiga tahun sebelum putaran final Piala Dunia digelar. Waktu dan format kualifikasi yang harus dimainkan oleh masing-masing negara tergantung dari asosiasi sepak bola di wilayahnya. Sebagai contoh CONMEBOL menggunakan sistim kompetisi penuh untuk menentukan negara mana saja yang berhak mewakili wilayahnya pada putaran final Piala Dunia.

Setiap zona telah mendapat jatah juimlah negara yang dapat berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia. Untuk memperebutkan jatah tersebutlah, kualifikasi ini diadakan. Pada umumnya pertandingan kualifikasi dilakukan dengan sistim kandang dan tandang. Sedangkan formatnya ada yang menggunakan format kompetisi penuh (CONMEBOL), namun banyak pula asosiasi sepak bola yang membagi negara anggotanya dalam beberapa grup untuk memperebutkan jatah tiket yang ada. Untuk zona Asia, setelah melewati babak penyisihan grup, negara yang berhasil menduduki peringkat atas pada masing-masing grup akan mengikuti babak kualifikasi selanjutnya untuk memperebutkan jatah tempat di putaran final Piala Dunia. Sedangkan untuk zona Oseania, pemenang dari zona ini harus dapat mengalahkan negara dari zona lain untuk dapat mengikuti putaran final Piala Dunia.

* Putaran Final Piala Dunia

Pada awalnya putaran final Piala Dunia hanya diikuti oleh 16 – 24 negara. Namun semenjak Piala Dunia 1994, 32 negara adalah jumlah yang ikut berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia. Ke-32 negara ini berasal dari berbagai wilayah yang mewakili zona masing-masing.

Pada putaran final Piala Dunia, format turnamen yang digunakan ada dua macam. Format yang digunakan adalah babak grup dengan sistim semi kopetisi, dan sistim gugur. Format grup hanya digunakan pada putaran pertama. Sedangkan sisanya menggunakan sistim gugur.

Dalam sistim group, 32 negara peserta putaran final Piala Dunia dibagi menjadi 8 grup, dengan masing-masing berisi 4 negara. Pembagian ini dilakukan dengan undian, yang diadakan oleh pihak penyelenggara. Pada saat undian grup dilakukan, ditentukan pula 8 negara yang menjadi unggulan dan ditempatkan pada satu pot tersendiri. Hal ini untuk menghindari bertemunya negara unggulan pada putaran pertama. Pada tiga pot terpisah ditempatkan negara peserta putaran final Piala Dunia yang lain, berdasarkan peringkat FIFA dan zona yang diwakili.

Dari masing-masing grup, hanya dua negara yang menduduki posisi teratas yang berhak melaju ke babak selanjutnya. juara dari grup tersebut akan berhadapan dengan peringkat 2 grup lain. Namun apa bila ditemukan dua grup dengan nilai sama, maka untuk menentukan juara dan peringkat 2 dari grup tersebut akan dilihat dari selisih gol yang dimiliki masing-masing negara. Jika selisih gol juga sama, maka jumlah gol yang dilesakkan ke gawang musuh menjadi acuannya. Namun jika masih sama juga, acuan yang digunakan selanjutnya adalah jumlah gol yang diderita, hasil pertemuan kedua negara, dan alternatif terakhir adalah dengan melakukan undian.

Dua tim posisi teratas dari masing-masing grup akan memasuki babak 16 besar. Di mulai pada babak ini format kompetisi berubag menjadi sistim gugur. Kedua negara yang bertanding bertemu dengan sistim silang, dimana juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain. Dengna digunakannya sistim gugur pada babak 16 besar dan babak-babak selanjutnya, persaingan menjadi semakin ketat. Pada babak ini setiap negara akan berupaya keras untuk dapat mengalahkan lawannya dan maju ke babak selanjutnya. kemenangan dapat diraih dalam waktu pertandingan normal (2 x 45 menit). Namun jika hasilnya seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Jika hingga babak ini belum dapat ditentukan siapa pemenang dari pertandingan tersebut, maka akan dilakukan adu tendangan pinalti.

Sistim ini digunakan untuk semua babak, mulai dari 16 besar, perempat final (8 besar), semi final (4 besar), perebutan tempat ketiga, dan partai final.

Statistik Piala Dunia

Selama 18 kali perhelatan Piala Dunia, banyak kejadian menarik yang tercatat dala sejarah sepak bola dunia. Kejadian yang menjadi catatan dalam sejarah perhelatan Piala Dunia ini melibatkan negara peserta maupun pemain yang berpartisipasi dalam Piala Dunia. Brasil tercatat sebagai satu-satunya negara yang selalu berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia, sejak Piala Dunia digelar.

Selain itu masih banyak statistik lain dari pelaksanaan Piala Dunia, dari yang pertama hingga yang ke 18 kalinya. Statistik Piala Dunia tersebut meliputi:

* Negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia

Sejak penyelenggaraan Piala Dunia FIFA tahun 1930, beberapa negara telah berkesempatan sebagai tuan rumah. Negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tersebar pada 4 benua yang ada di dunia. Daftar negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA dari tahun 1930 hingga tahun 2014 mendatang, termasuk hasil dari partai final, adalah:

Tahun Tuan Rumah Partai Final Skor
1930 Uruguay Uruguay Vs Argentina 4:2
1934 Italia Italia Vs Cekoslowakia 2:1
1938 Perancis Italia Vs Hungaria 4:2
1950 Brasil Uruguay Vs Brasil
1954 Swiss Jerman Barat Vs Hungaria 3:2
1958 Swedia Brasil Vs Swedia 5:2
1962 Chile Brasil Vs Cekoslowakia 3:1
1966 Inggris Inggris Vs Jerman Barat 4:2 (perpanjangan waktu)
1970 Meksiko Brasil Vs italia 4:1
1974 Jerman Barat Jerman Barat Vs Belanda 2:1
1978 Argentina Argentina Vs Belanda 3:1 (perpanjangan waktu)
1982 Spanyol Italia Vs Jerman Barat 3:1
1986 Meksiko Argentina Vs Jerman Barat 3:2
1990 Italia Jerman Barat Vs Argentina 1:0
1994 Amerika Serikat Brasil Vs Italia 0:0; 3:2 (adu pinalti)
1998 Perancis Perancis Vs Brasil 3:0
2002 Korea Selatan & Jepang Brasil Vs Jerman 2:0
2006 Jerman Italia Vs Perancis 1:1; 5:3 (adu pinalti)
2010 Afrika Selatan
2014 Brasil

* Negara Pemenang Piala Dunia

Meskipun diikuti oleh banyak peserta, namun hanya sedikit negara yang berhasil menjadi juara pada penyelenggaraan Piala Dunia. Titel sebagai juara dunia sepak bola hanya dibagi pada 2 benua, karena semua negara yang berhasil memenangi partai puncak ini berasal dari 2 benua, yaitu Eropa dan Amerika. Sedangkan dari 18 kali penyelenggaraan Piala Dunia, hanya tujuh negara yang berhasil meraih kedudukan puncak. Negara-negara yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan Piala Dunia adalah:

* Brasil; merupakan negara yang paling banyak meraih juara pada Piala Dunia. Brasil menjadi juara dunia sebanyak lima kali, pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. brasil juga satu-satunya negara yang berhasil menjadi juara Piala Dunia di tiga benua yang pernah menjadi tuan rumah.

* Italia; merupakan negara yang menjadi juara pada penyelenggaraan Piala Dunia yang terakhir, di jerman tahun 2006. Italia merupakan negara yang menempel Brasil dalam hal jumlah perolehan gelar juara pada Piala Dunia. Italia meraih 4 kali juara pada perhelatan Piala Dunia, yaitu pada tahun 1934, 1938, 1982, dan terakhir pada penyelenggaraan Piala Dunia di Jerman pada 2006.

* Jerman; merupakan negara yang terbentuk dengan runtuhnya Tembok Berlin, yang memisahkan Jerman Barat dan jerman Timur (reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu negara, Jerman). Jerman berhasil menjadi juara dunia sepak bola sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1954, 1974, dan 1990. ironisnya gelar juara ini didapat ketika belum terjadi unifikasi, di bawah bendera Jerman barat. Setelah Jerman bersatu, prestasi terbaik Jerman dalam ajang Piala Dunia adalah menjadi runner up pada tahun 2002, setelah kalah dari Brasil.

* Argentina; menjadi juara dunia 2 kali, pada tahun 1978 dan 1986. Pada tahun 1986 ini Diego Armando Maradona membuat dua gol yang mendapat perhatian dunia ketika mengalahkan Inggris. Gol pertama Maradona dicetak lewat sebuah gol yang terkenal dengan sebutan “Gol Tangan Tuhan”. Sedangkan gol keduanya dicetak melalui sebuah dribling bola yang sangat mengagumkan dari tengah lapangan, melewati para pemain Inggris, sebelum akhirnya menyarangkan bola ke gawang Inggris. Banyak pihak menilai gol ini sebagai gol terbaik sepanjang perhelatan Piala Dunia.

* Uruguay; berhasil du kali menjuarai kompetisi Piala Dunia, pada tahun 1930 dan 1950. Uruguay merupakan negara pertama yang menjuarai Piala Dunia.

* Perancis; berhasil menjuarai Piala Dunia ketika menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 1998. Pada tahun 2000 Perancis berhasil menjadi juara Piala Eropa. Hal ini membuat perancis sebagai satu-satunya negara Eropa yang menjadi juara bertahan Piala Dunia dan Piala Eropa dalm rentang waktu yang sama.

* Inggris; berhasil menjadi juara Piala Dunia di depan publiknya sendiri pada tahun 1966.

* Rekor pemain

Selain negara, pemain ang berlaga pada putaran final Piala Dunia juga mencatatkan sejarah tersendiri. Beberapa pemain yang tertulis dalam sejarah perjalanan Piala Dunia adalah:

* Ronaldo, merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Ronaldo berhasil mencetak 15 gol selama karirnya di Piala Dunia.

* Just fontaine; merupakan pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Piala Dunia. Just Fontaine mencetak 13 gol ketika Perancis berhasil meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 1958.

* Pele; merupakan satu-satunya pemain yang meraih gelar Piala Dunia bersama negaranya, Brasil, sebanyak tiga kali.

* Roger Milla merupakan pemain paling tua dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, ketika membela negaranya, Kamerun pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Penghargaan di Piala Dunia

Selain merupakan ajang bergengsi bagi sepak bola dunia, Piala Dunia juga memberikan beberapa penghargaan bagi pemain atau tim yang berpartisipasi di putaran final. Banyak pemain dan negara yang telah meraih penghargaan, yang berkaitan dengan penyelenggaraan kejuaraan Piala Dunia. Penghargaan yang diberikan kepada negara dan pemain, berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia adalah:

* Bola Emas

Pemberian penghargaan Bola Emas dimulai pada penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1982. penghargaan Bola Emas diberikan kepada pemain terbaik pada putaran final Piala Dunia. Pemilihan pemain terbaik ini dilakukan berdasarkan voting oleh media yang meliput penyelenggaraan Piala Dunia. Pemain yang menjadi terbaik kedua dan ketiga dari hasil voting tersebut mendapatkan Bola Perak dan Bola Perunggu.

* Sepatu Emas

Penghargaan Sepatu Emas diberikan kepada pemain yang berhasil mencetak gol paling banyak pada putaran final Piala Dunia. Penghargaan Sepatu Emas ini sudah diberikan kepada pencetak gol terbanyak sejak penyelenggaraan Piala Dunia untuk pertama kali, pada tahun 1930. Pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak kedua dan ketiga juga mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang mereka terima adalah Sepatu Perak dan Sepatu Perunggu, sebagai bentuk apresiasi dari FIFA atas performa mereka.

* Yashin Awards

Pada penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1930 hinnga 1986, posisi penjaga gawang belum mendapat penghargaan tersendiri dari FIFA. Namun sejak tahun 1994 FIFA memberikan penghargaan khusus kepada penjaga gawang. Penghargaan ini dikenal dengan nama Yashin Award. Penghargaan ini diberikan kepada penjaga gawang yang memberikan penampilan paling baik selama putaran final Piala Dunia berlangsung. Penghargaan ini diberikan kepada penjaga gawang mengingat peran mereka yang sangat penting dalam pertandinan sepak bola. Hal ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi penjaga gawang untuk mengawal gawang negaranya dalam setiap pertandingan.

* Fair Play team

Permainan yang fair sering didengungkan oleh FIFA dalam setiap pertandingan sepak bola. Jika kita perhatikan, pada setiap pemain memasuki lapangan sebelum pertandingan dimulai, kita sering melihat bendera fair play di bawa ke lapangan. Untuk menunjukkan penghargaan kepada negara yang bermain dengan fair selama putaran final Piala Dunia berlangsung, FIFA memberikan penghargaan Fair Play kepada negara yang dinilai bermain secara fair. Penilaian ini didasarkan pada penghitungan kartu sebagai akibat pelanggaran yang dilakukan selama pertandingan putaran final berlangsung. Tim yang memiliki nilai fair play paling tinggi berhak menerima penghargaan sebagai fair play team. Penghargaan ini mulai diberikan sejak penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1978.

* Most Entertaining Team

Penghargaan ini diberikan kepada negara yang memberikan permainan yang atraktif dan paling menghibur selama putaran final Piala Dunia. Penentuan tentang negara mana yang berhak menerima penghargaan ini dilakukan melalui poling masyarakat umum. Pemberian penghargaan ini sudah dilakukan sejak putaran final Piala Dunia 1994. Dengan pemberian perghargaan ini diharapkan masing-masing negara bukan hanya mementingkan untuk mengejar kemenangan, namun juga menyuguhkan permainan yang cantik dan menarik, sehingga penonton sepak bola dapat terhibur.

* Best Young Player

Best young player merupakan apresiasi dari FIFA bagi pemain muda yang berusia 21 tahun atau kurang, atas partisipasi mereka pada putaran final Piala Dunia. Pemain muda yang berhak menerima penghargaan ini adalah pemain muda terbaik menurut penilaian dari FIFA. Pemberian penghargaan ini dapat memotivasi para pemain muda untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam putaran final Piala Dunia. Selain itu, hal ini secara tidak langsung juga mendorong negara peserta untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda terbaik dinegerinya untuk turut serta berpartisipasi dalam ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Penghargaan ini mulai diberikan pada penyelenggaraan putaran final Piala Dunia tahun 2006 di Jerman.

Pengumuman peraih dan penyerahan penghargaan tersebut dilakukan setelah partai final selesai. Penyerahan penghargaan khusus ini diberikan sebelum FIFA menyerahkan tropi Piala Dunia kepada pemenang partai final.

Copa Amerika

Copa America adalah turnamen sepak bola antar negara yang diselenggarakan oleh CONMEBOL untuk mengakomodir kebutuhan kompetisi sepak bola antar negara di wilayah Amerika Selatan. Kejuaraan Copa America ini merupakan kompetisi antar negara yang paling tua di dunia, yang masih bertahan hingga sekarang. Kompetisi ini telah bergulir sejak tahun 1916 dengan nama Cmapeonato Sudamericano de Selecciones (Kejuaraan Sepak Bola Antar Negara Amerika Selatan).

Kejuaraan Copa America pertama kali digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Argentina pada tahun 1916. Negara yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan ini adalah Uruguay. Sejak itu kejuaraan sepak bola antar negara-negara Amerika Selatan ini digelar setiap 2 tahun sekali. Namun CONMEBOL bermaksud mengubah tenggat waktu pelaksanaan Copa America menjadi empat tahun sekali, terhitung mulai tahun 2007.

Negara-negara di Amerika Selatan yang menjadi anggota CONMEBOL hanya berjumlah 10 negara. karena jumlah yang sedikit, maka format kompetisi yang digunakan pun berbeda dengan format kompetisi lain. Pada Copa America tidak terdapat sistim kualifikasi. Semua negara anggota CONMEBOL akan langsung berlaga di putaran final Copa Amerika. Selain itu, untuk meningkatkan persaingan yang ada, sejak tahun 1993 CONMEBOL mengundang dua atau tiga negara dari federasi sepak bola lain untuk berpartisipasi pada ajang Copa Amerika.

Jika tuan rumah kompetisi sepak bola pada federasi lain ditentukan setelah ada yang mencalonkan diri, tidak demikian halnya dengan Copa Amerika. Sejak tahun 1984 CONMEBOL mengambil kebijakan untuk menunjuk negara yang menjadi tuan rumah Copa Amerika secara bergiliran, berdasarkan urutan alfabet. Dengan cara rotasi seperti ini, dapat dipastikan bawa semua negara anggota CONMEBOL akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Copa Amerika.

Sepanjang perhelatan kejuaraan Copa Ameroca, Argentina dan Uruguay merupakan negara yang paling banyak menjadi juara. Kedua negara ini masing-masing berhasil mengangkat tropi Copa America sebanyak 14 kali. Negara yang menyusul dibelakang nereka adalah Brasil dengan 8 kali menjadi juara.

2. Kejuaraan Indonesia
Copa Dji Sam Soe
Indonesia Super league

3. Kejuaraan Asia
Piala AFC
Liga Champions Asia
Piala AFF

piala duniapiala dunia

H. Daftar Pustaka

1. Setyaningsih, Titik. 2009. Pendidikan Jasmani. Solo : Kuala Pustaka
2. http://www.kriu.com
3. Luxbacher, Joseph A., 2004, Sepakbola, edisi kedua, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.
4. Soekatamsi, 1997, Permainan Besar I Sepakbola, Jakarta, Universitas Terbuka.
5. Sudjarwo, Iwan dan Nurdin, Enur, 2005, Permainan Sepakbola, Diktat, Tasikmalaya, PJKR FKIP Universitas Siliwangi.

About these ads

One response to “SEPAK BOLA

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s