KONDISI BANGSA SAAT INI MEMBUTUHKAN KAMU PARA REMAJA BERBAKAT

Indonesia merupakan negara merdeka, tetapi setelah runtuhnya rezim orde baru dan berganti menjadi zaman reformasi kenyataannya yaitu jumlah kemiskinan, remaja putus sekolah, kekerasan dan tindakan kriminal semakin meningkat dalam 10 tahun terakhir ini.

Belum lagi saingan dunia globalisasi dan industri yang semakin ketat di dunia. Sektor ekonomi di Indonesia harus dapat bersaing dengan negara lain di dunia. Baik dalam memenuhi sumber daya alam ataupun sumber daya manusianya. Sangat disayangkan, Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah tetapi malah banyak dikuasai oleh bangsa asing. Sedangkan hanya beberapa yang justru dimanfaatkan oleh pemerintah. Ironis, bahkan di dalam UUD 1945 telah dijelaskan bahwa kekayaan alam dipergunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat, tetapi masih banyak yang belum dapat merasakannya.

Di samping itu bangsa Indonesia mulai dilecehkan oleh bangsa lain. Mungkin kita masih ingat hilangnya pulau Sipadan yang sekarang menjadi bagian negara Malaysia. Atau lagu Rasa Sayange, batik dan tarian Reog Ponorogo yang juga diaku oleh Malaysia. Dan masih banyak lagi fakta tentang keterpurukan bangsa Indonesia.

Tetapi kita sebagai remaja jangan menjadi putus semangat. Kita harus berjuang mengangkat nama bangsa dan negara di mata dunia. Itu semua sekarang menjadi tugas kita sebagai remaja. Seperti telah dicontohkan oleh para pahlawan yang dahulu berjuang melawan penjajah. Sejarah mencatat keikutsertaan para pemuda saat itu membantu bersatunya bangsa Indonesia khususnya kaum pemuda. Dalam sumpah pemuda, yang kemudian datang dari Jong Ambon, Jong Celebes dan lainnya. Selain itu banyak juga pemuda yang ikut bereperan dalam PMI (Palang Merah Indonesia) mereka membantu para tentara yang terluka ketika berperang.

John.F.Kennedy dalam pidatonya berkata, “ Janganlah kamu bertanya apa yang dapat negara berikan kepadamu! Tapi apa yang dapat kamu berikan terhadap negara?”
Menjadi remaja unggul dengan beberapa indikator yang telah dibahas di poin sebelumnya agar dapat berpartisipasi membela bangsa dan negara. Karena remaja merupakan harapan bangsa. Mulailah dari sekarang untuk belajar mebuat konsep diri dan peta diri tentang kekuatan kamu, kelemahan kamu, dan kesempatan kamu, manfaatkan setiap kesempatan dan peluang, jangan menyia-nyiakan waktu, terus menerus mengembangkan diri dan kemampuan.

Banyak para remaja Indonesia yang sukses dalam bidangnya karena mereka selalu konsisten terhadap apa yang mereka jalani. Seperti Agnes Monica, yang sukses dengan karirnya dia membuat penampilannya berbeda dan semaksimal mungkin untuk orang yang menontonnya. Di samping itu para pelajar SMU yang berhasil dalam olimpiade fisika tingkat dunia. Dan masih banyak lagi peran remaja Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara. Jika kita merasa belum berbuat seperti itu, mulai dari sekarang kita harus konsisten tentang diri kita sendiri, mempunyai tujuan yang jelas dengan menerapkan langkah-langkah jitu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena bangsa dan negara membutuhkan kita sebagai remaja unggul. Terus berjuang para remaja Indonesia!

Diambil dari ringkasan buku bertema remaja dan psikologinya.

Iklan

SEPAK BOLA

Lapangan Bola
Permainan sepak bola dimainkan di atas lapangan berumput. Rumput pada lapangan ini bisa berupa rumput yang tumbuh alami maupun menggunakan rumput buatan. Lapangan sepak bola memiliki bentuk empat persegi panjang. Ukuran lapangan sepak bola bervariasi. Pada umumnya lapangan sepak bola memiliki panjang 90 – 120 meter (100 – 130 yards) dengan lebar 45 – 90 meter (50 – 100 yards). Namun untuk pertandingan internasional, lapangan yang digunakan harus memiliki ukuran panjang 100 – 110 meter (110 – 120 yards) dengan lebar 64 – 75 meter (70 – 80 yards).
Lapangan sepak bola dibatasi dengan garis, untuk membedakan daerah permainan dengan daerah di luar lapangan. Lebar garis yang digunakan tidak boleh lebih dari 12 cm (5 inci). Garis panjang lapangan sepak bola biasa dikenal dengan nama touch lines. Sedangkan garis lebar lapangan dikenal dengan nama goal lines. Selain touch lines dan goal lines, terdapat pula sebuah garis yang membagi panjang lapangan menjadi dua sama besar. Garis ini dinamakan dengan garis tengah lapangan (halfway line) tepat di tengah garis ini terdapat sebuah lingkaran dengan jari-jari 9,15 meter dari titik tengah lapangan. Di dalam lingkaran pada tengah lapangan inilah permainan sepak bola dimulai (kick off).
Pada kedua sisi di bagian goal lines terdapat sebuah gawang dengan ukuran panjang 7,32 meter (8 yards)dengan tinggi 2,44 meter (8 kaki). Tiang dan mistar gawang terbuat dari bahanmetal yang kuat dan tidak berbahaya bagi pemain. Tiang dan mistar gawang ini memiliki tebal 12 cm, dengan bentuk bulat maupun segi delapan dan dicat dengan warna putih. Pada bagian belakanng tiang dan mistar gawang terdapat jaring. Pemasangan jaring ini tidah boleh menganggu pergerakan penjaga gawang maupun pemain lain.
Di depan gawang terdapat satu daerah yang disebut sebagai daerah gawang. Jarak garis daerah gawang ini adalah 5,5 m dari titik tengah gawang. Selain daerah gawang, di depan gawang terdapat pula daerah yang lebih lebar lagi, yang disebut sebagai daerah pinalti. Daerah ini memiliki jarak 16,5 meter dari titik tengah gawang, dengan garis tambahan setengah lingkaran pada bagian depannya. Pada daerah pinalti terdapat titik putih yang berjarak 11 meter dari titik tengah gawang. Titik putih ini dikenal dengan nama titik pinalti, dan ada juga yang menyebutnya sebagai titik 11 meter, karena jaraknya sebelas meter dari gawang. Pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan pada daerah pinalti akan mengakibatkan diberikannya tendangan langsung dari titik 11 meter ini, yang dikenal dengan nama tendangan pinalti. Pada daerah pinalti inilah penjaga gawang dapat menggunakan tangannya untuk menangkap bola. Namun jika penjaga gawang berada di luar daerah pinalti, ia tidak diperkenankan untuk menggunakan tangan, yang jika dilanggar akan menimbulkan tendangan bebas untuk tim lawan.

A. Lapangan A (Formasi 1-4-3-3)

B. Lapangan B (Formasi 1-4-2-4)

Sebagai tanda pembatas lapangan, biasanya terdapat tiang dengan bendera di atasnya. Panjang tiang ini tidak boleh lebih dari 1,5 meter. Tiang ini terdapat pada empat sudut lapangan bola. Ada juga tiang yang terpasang sejajar dengan garis tengah lapangan, namun pemasangan tiang ini harus berjarak minimal 1 meter dari garis samping, dan pemasangan tiang ini juga tidak wajib. Tiang yang dipasang pada tiap sudut lapangan memiliki dua fungsi utama. Selain sebagai alat penunjuk batas lapangan, tiang bendera ini juga digunakan untuk menentukan apakan bola tersebut keluar melalui garis gawang atau garis samping. Selain tiang bendera, pada tiap sudut lapangan sepak bola terdapat bentuk sepermpat lingkaran yang berukuran 1 meter dari titik sudut lapangan. Garis lengkung seperempat lingkaran ini digunakan sebagai batas untuk melakukan tendangan sudut. Pada saat melakukan tendangan sudut, bola tidak boleh keluar dari garis seperempat lingkaran ini.
Di depan bench masing-masing tim terdapat sebuah area yang dikenal dengan nama daerah teknik (technical area). Daerah teknik ini dibatasi dengan garis yang berjarak 1 meter dari garis samping lapangan sepak bola. Pada area teknik inilah pelatih atau oficial tim yang berwenang diperbolehkan memberikan instruksi kepada pemainnya selama pertandingan berlangsung. Pada saat memberikan instruksi, pelatih atau oficial tim tidak boleh melewati garis batas. Jika pelatih melewati garis batas, maka yang bersangkutan akan mendapat peringatan dari official pertandingan, dan bahkan dapat diusir oleh wasit. Pada saat yang bersamaan hanya boleh satu orang official tim yang diperkenankan memberikan instruksi pada pemainnya.
Hampir di setiap stadion tempat berlangsungnya pertandingan bola, kita dapat melihat adanya papan iklan dari sponsor pertandingan atau tim tersebut. Papan reklame ini terletak dipinggir lapangan. Jarak papan reklame dari garis tepi lapangan sepak bola minimal 1 meter. Hal ini ditujukan agar pergerakan pemain tidak terganggu dengan papan reklame yang ada.

Pemain

Permainan sepak bola dimainkan oleh dua tim yang saling berhadapan, dengan masing-masing tim terdiri dari 11 pemain utama termasuk seorang penjaga gawang. Sebelas pemain utama ini biasa disebut dengan nama “starter”. Dafatar nama dari sebelas pemain utama ini dikenal dengan sebutan “starting line up”. Selain sebelas pemain utama, dalam satu tim juga terdapat beberapa pemain cadangan, yang dapat dimainkan pelatih untuk menggantikan pemain inti jika diperlukan.
Jumlah pemain pengganti (pemain cadangan) dalam setiap turnamen biasanya ditentukan oleh asosiasi sepak bola yang menyelnggarakan turnamen tersebut. Namun FIFA dan IFAB membatasi jumlah maksimal pemain pengganti sebanyak enam orang. Pada saat pertandingan sepak bola sedang berlangsung, penggantian hanya boleh dilakukan apabila bola tidak dalam permainan, dan atas seijin wasit. Jumlah maksimal penggantian dalam satu kali pertandingan resmi adalah 3 kali. Pada pertandingan persahabatan penggantian pemain dapat dilakukan lebih dari 3 kali, dengan maksimal 7 kali kecuali jika ada kesepakatan sebelumnya antara kedua tim yang bertanding dan wasit. Pemain yang sudah diganti tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam lapangan sepak bola sebagai pemain pengganti.
Pemain sepak bola terbagi dalam beberapa posisi, sesuai dengan kemampuan dan tugasnya. Selain penjaga gawang, pemain dibagi dalam tiga posisi utama, yaitu pemain bertahan (bek), pemain tengah (gelandang), dan pemain depan (penyerang). Masing-masing posisi utama tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa posisi. Untuk pemain belakang, posisi yang dapat ditempati adalah bek tengah, bek sayap, dan sweper. Bek tengah menempati posisi tepat di bagian tengah daerah pertahanan, di depan penjaga gawang. Bek sayap menempati bagian kanan dan kiri daerah pertahanan, sedangkan sweeper menempati posisi diantara bek tengah dan penjaga gawang, dengan tugas menyapu bersih bola dan pemain lawan yang berhasil lolos dari hadangan bek tengah. Namun saat ini posisi sweeper sudah jarang digunakan. Hal ini karena para pelatih lebih suka memasang pemain bertahan yang sejajar, dengan tujuan memungkinkan dilakukannya jebakan offside.
Posisi pemain tengah terbagi atas empat bagian, yaitu gelandang bertahan, gelandang sayap, gelandang tengah, dan gelandang menyerang. Gelandang bertahan adalah pemain tengah yang menempati posisi di depan bek tengah, dengan tugas utama membantu pertahanan. Gelandang tengah merupakan penyeimbang permainan, dengan tugas membantu pertahanan dan penyerangan. Saat ini posisi gelandang tengah dan gelandang bertahan banyak dimainkan oleh satu orang pemain, karena posisi dan fungsinya yang hampir sama. Gelandang sayap menempati posisi di kanan dan kiri lapangan tengah. Mereka biasanya membantu penyerangan dengan memanfaatkan lebar lapangan, dan mengirimkan umpan silang ke daerah pertahanan lawan. Dari umpan silang gelandang sayap ini sering terjadi gol yang cukup menentukan hasil pertandingan.
Pemain yang berposisi gelandang menyerang menempati wilayah bagian depan dari lapangan tengah, dekat dengan posisi pemain penyerang. Fungsi utamanya adalah membantu penyerang dalam upaya membobol gawang lawan. Karena dekatnya posisi gelandang menyerang dengan posisi pemain penyerang, maka pemain ini sering disebut juga sebagai penyerang lubang (tiba-tiba muncul dari celah antara dua pemain penyerang), dan cukup merepotkan pemain bertahan lawan.
Pemain yang paling diwaspadai oleh pemain bertahan lawan adalah pemain yang memiliki posisi sebagai penyerang. Posisi penyerang dalam sebuah tim terbagi atas penyerang tengah dan penyerang sayap. Penyerang tengah adalah pemain yang menusuk daerah pertahanan lawan dari tengah lapangan. Sedangkan penyerang sayap memanfaatkan lebar lapangan dan celah pertahanan lawan dari kanan dan kiri gawang lawan. Biasanya penyerang sayap, selain mencetak gol, merupakan “pembantu” dari penyerang utama dalam melaksanakan tugasnya. Tugas utama dari penyerang adalah memasukkan bola ke dalam lawan. Namun selain itu, penyerang juga dapat membuka pertahanan lawan dan memberi ruang maupun umpan kepada rekannya untuk memasukkan bola lewat ruang yang dibukanya. Hal ini sangat mungkin karena biasanya pemain bertahan terpaku pada pergerakan penyerang, tanpa menyadari munculnya pemain lain yang menerobos masuk ke daerah pertahanannya dan mencetak gol.

Perlengkapan Pemain

Setiap pemain dari sebuah tim yang bertanding diwajibkan untuk mengenakan baju seragam yang sama, dari kaos, celana, hingga kaos kaki. Namun warna kaos yang dikenakan oleh sebuah tim tidak boleh sama dengan warna kaos tim lawan. Kaos yang dipakai oleh masing-masing pemain harus dilengkapi dengan nomor punggung. Pengecualian pemakaian seragam ini hanya diberikan pada penjaga gawang. Warna pakaian penjaga gawang harus berbeda dari pemain lain, agar tidak membingungkan wasit yang memimpin pertandingan dan pemain lain. Kaos seragam yang dikenakan oleh pemain harus memiliki lengan dengan warna yang sama dengan warna kaosnya, dan tidak boleh ada tulisan maupun gambar yang berbau provokasi, SARA, maupun promosi yang berlebihan. Logo atau tulisan yang diperbolehkan terdapat pada pakaian seragam pemain sepak bola adalah logo tim, nomor punggung, dan logo sponsor.
Selain mengenakan seragam, setiap pemain juga diwajibkan untuk mengenakan pelindung tulang kering dan sepatu khusus untuk sepak bola. Pelindung tulang kering berfungsi untuk melindungi tulang kering dari cidera yang fatal akibat benturan dengan pemain lain. Benturan tersebut sangat mungkin terjadi dalam melakukan perebutan bola. Tanpa menggunakan pelindung tulang kering, benturan yang terjadi akan berakibat fatal bagi pemain yang bersangkutan, bahkan dapat mengakibatkan berakhirnya karir pemain tersebut. Pelidung tulang kering yang diakui oleh FIFA terbuat dari bahan karet, plastik, atau bahan sejenis yang kokoh dan mampu menahan benturan. Pelindung tulang kering ini harus tertutup kaos kaki pemain pada saat digunakan.
Selain mengenakan perlengkapan yang sama dengan pemain lain, seorang penjaga gawang juga diharuskan untuk mengenakan sepasang sarung tangan khusus untuk sepak bola. Sarung tangan ini memiliki kemampuan untuk mengurangi efek benturan bola dengan telapak tangan. Selain itu sarung tangan ini juga akan melindungi tangan dan jari penjaga gawang dari cidera saat harus menangkap atau menghalau bola. Selain itu seorang penjaga gawang juga mendapat perlindungan khusus selama ia berada di daerah pinalti. Perlindungan ini ditujukan untuk melindungi penjaga gawang dari benturan yang disegaja atau tidak dengan pemain lawan saat ia sedang menangkap atau memegang bola.

Teknik – Teknik Dasar Bermain Sepak Bola

Teknik individu dari setiap pemain ini harus dimiliki oleh setiap pemain sepak bola. teknik individu ini terdiri dari beberapa hal, seperti menendang bola, mengumpan bola, melakukan sundulan, mencetak gol, menggiring bola, dan lain-lain.

* Menendang bola

Teknik paling dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepak bola adalah menendang bola. seorang pemain sepak bola setidaknya harus bisa menendang bola dengan baik. Hal ini merupakan kemampuan yang sangat dasar, mengingat pemain sepak bola menggunakan kakinya untuk mnendang bola, baik itu ditujukan untuk memberikan operan ke rekan satu tim, mencetak gol ke gawang lawan, maupun untuk membuang bola yang membahayakan gawang timnya.

Untuk menendang bola biasanya pemain menggunakan kakinya yang paling kuat, baik itu kaki kanan maupun kaki kiri. Namum ada juga pemain yang dapat menendang bola sama baiknya dengan kaki kanan maupun kaki kirinya. Sedangkan bagian yang bersentuhan dengan bola pada saat melakukan tendangan bervariasi. Ada pemain yang menendang menggunakan punggung kakinya, menendang bola dengan kaki bagian dalam, dan ada juga pemain yang menendang bola dengan kaki bagian luar. Bahkan pada waktu tertentu ada pemain yang menggunakan tumitnya untuk melakukan operan bola. Bagian manapun dari kaki yang digunakan untuk menendang bola biasanya disesuaikan dengan tujuan dari pemain tersebut, apakah akan melakukan operan menyusur tanah, operan lambung, atau untuk menendang bola dengan keras.

* Mengumpan bola

Sebagai permainan tim, sepak bola mengharuskan para pemainnya untuk menjalin kerja sama yang baik dengan rekan satu tim. Dalam hal ini, melakukan umpan ke rekan satu tim merupakan hal yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola. hal ini ditujukan supaya penerima bola tidak kesulitan dalam menerima operan, dan yang paling fatal adalah tidak terjadi salah umpan sehingga bola dikuasai oleh pemain lawan dan membahayakan gawang sendiri.

Operan dalam sepak bola terdiri dari berbagai bentuk, dengan berbagai tujuan. Bentuk operan dalam sepak bola dapat berupa operan datar, umpan lambung, unpan panjang dan pendek, umpang silang (atau dikenal dengan crossing), dan juga umpan terobosan. Umpan yang dilakukan dapat menggunakan kepala (heading) maupun dengan kaki. Tujuan umpan itu sendiri ada yang digunakan untuk memulai penyerangan, memberikan peluang mencetak gol pada penyerang, mengamankan daerah pertahanan, bahkan dapat juga digunakan untuk mengecoh pemain lawan.

* Menyundul bola

Selain menggunakan kaki, pemain bola juga sering menggunakan kepalanya untuk mengumpan maupun memasukkan bola ke alam gawang lawan. Bola yang melayang di udara menjadi “makanan” bagi kepala untuk mengarahkannya ke rekan satu tim atau ke dalam gawang lawan. Memindahkan bola dengan kepala inilah yang disebut dengan menyundul bola.

Menyundul bola dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan melompat menyamput datangnya bola. selain dengan melompat ke atas, ada juga pemain yang menyundul bola sambil menjatuhkan badan. Hal ini dilakukan apabila bola yang datang melayang tidak begitu tinggi dari tanah. Cara ini sering mengecoh pemain bertahan dan penjaga gawang lawan, karena biasanya bola yang melayang tidak begitu tinggi dari tanah akan disambut dengan kaki, bukan dengan kepala.

* Mencetak gol

Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan, atau mencetak gol, untuk memenangkan pertandingan. Berbagai cara dilakukan oleh pemain untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Dalam upayanya mencetak gol bagi timnya, pemain harus melewati hadangan pemain bertahan dan penjaga gawang lawan. Semakin baik koordinasi pemain bertahan dan semakin tangguh penjaga gawang lawan, maka akan semakin sulit untuk dilewati dan mencetak gol. Kerja sama antar pemain mutlak diperlukan untuk mengecoh pemain bertahan dan menundukkan penjaga gawang lawan.

Dalam mencetak gol, pemain dapat melakukannya dengan berbagai macam cara. Mencetak gol dapat dilakukan dengan sundulan kepala maupun tendangan keras ke arah gawang lawan. Pemain dapat mencetak gol dari dalam daerah pinalti maupun dari luar kotak pinalti. Bahkan pemain juga dapat mencetak gol melalui tendangan bebas langsung, meskipun harus berhadapan dengan “pagar hidup” pemain lawan.
* Menggiring bola

Salah satu teknik yang cukup penting bagi pemain sepak bola adalah bagaimana dia mampu mengontrol bola dan membawanya menuju ke daerah lawan untuk kemudian diumpna ke rekan satu tim maupun dilesakkan langsung ke gawang lawan. Kemampuan ini dikenal dengan teknik menggiring bola. menggiring bola dilakukan pemain untuk mengecoh pemain lawan yang menjaganya dan akan merebut bola yang dikuasainya.

Menggiring bola dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bagian kaki yang bersentuhan dengan bola saat pemain menggirirng bola pun bervariasi. Pemain dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki untuk menggiring bola. penggunaan bagian dari kaki tersebut dalam menggiring bola disesuaikan dengan kebutuhan pemain.
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
1. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
2. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
3. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.

2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.

Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan
tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila
tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan
operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.

Untuk pemain yang menggunakan kaki kanan, dia akan menggunakan kaki bagian dalam untuk mengecoh lawan yang berada di sebelah kanannya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan untuk mengecoh lawan yang mencoba menghadang dan merebut bola dari sebelah kirinya. Hal tersebut bertolak belakang dengan pemain yang menggunakan kaki kiri (pemain kidal). Pemain kidal akan menggunakan kaki bagian dalam saat menggiring bola untuk mengecoh lawan yang menghadang di sebelah kirinya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan pemain kidal untuk melewati lawan yang coba merebut bola dari sebelah kanannya.

Menggiirng bola dengan menggunakan punggung kaki digunakan oleh semua pemain, baik itu pemain kidal maupun tidak, untuk menggiring bola dengan cepat ke arah depan. Hal ini karena menggirig bola dengan punggung kaki akan menyebabkan laju bola cukup jauh di depan pemain. Tentunya menggiring bola dengan punggung kaki akan efektif jika tidak ada pemain yang mencoba menghadang dan merebut bola dari arah depan, karena control bola akan cukup sulit dilakukan untuk menghindarinya.

* Menerima operan

Umpan adalah salah satu hal penting dalam sepak bola. Hampir setiap saat kita dapat melihat pemain sepak bola memberi dan menerima umpan. Umpan yang baik adalah umpan yang akurat, baik itu arah dan kecepatannya, sehingga penerima umpan akan dapat menerima dan mengontrol bola dengan baik.

Untuk menerima umpan dari rekan satu tim, pemain dapat menggunakan hampir semua bagian tubuhnya kecuali tangan. Untuk umpan ke arah penjaga gawang (back pass), penjaga gawang hanya diperbolehkan menerima umpan dengan tangan di kotak pinalti jika bola tersebut diumpan tidak dengan kaki. Namun jika bola diumpan ke penjaga gawang dengan kaki, maka penjaga gawang tidak boleh menerima bola dengan tangan, meskipun ia berada di dalam kotak pinalti. Jika itu dilanggar, maka tim lawan akan mendapat hadiah tendangan bebas tidak langsung dimana penjaga gawang tersebut melakukan kesalahan.

Pemain yang menerima umpan dapat menggunakan badan, kepala, atau kakinya untuk menerima dan mengarahkan bola ke daerah yang dikehendakinya. Biasanya umpan tersebut akan diarahkan ke daerah yang kosong, untuk kemudian dikontrol oleh penerima umpan. Bola yang sudah diterima dapat diumpan kembali ke pemain lain yang lebih bebas, digiring menuju daerah lawan, atau dilesakkan ke gawang lawan untuk mencetak gol.

* Merebut bola dari lawan

Pemain selain menguasai teknik dasar sepak bola, seperti menendang bola, mengumpan bola, menggiring bola, melakukan sundulan bola, dan mencetak gol, juga harus dapat merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Hal ini ditujukan untuk mencegah lawan mencetak gol, dan membangun serangan untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Ada banyak cara yang digunakan pemain untuk merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Satu atau dua pemain, atau bahkan lebih, dapat menempel lawan yang menguasai bola dengan ketat sehingga lawan kehilangan ruang dan kesempatan untuk mengumpan atau menendang bola, untuk kemudian mencuri bola dari kaki lawan. Meskipun cara ini terlihat cukup efektif, namun mengurung pemain lawan yang menguasai bola akan membuka ruang bagi pemain lain yang tidak terkawal.

Cara lain yang sering dilakukan oleh pemain untuk merebut bola dari kaki lawan adalah dengan melakukan tackling. Tackle ini biasa dilakukan oleh pemain bertahan maupun pemain tengah untuk menghentikan laju bola yang dibawa oleh pemain lawan. Tackle dilakukan dengan cara mengait atau menjauhkan bola dari lawan dengan menggunakan kaki sambil menjatuhkan badan. Sasaran tackle adalah bola, dan bukan kaki lawan. Jika tackle yang dilakukan pemain mengenai kaki lawan, bukan bola, maka pemain yang bersangkutan akan dinyatakan melakukan pelanggaran, dan dapat dikenai kartu kuning oleh wasit. Bahkan dalam kasus tertentu, tackle yang berpotensi membahayakan lawan, dapat dikenai kartu merah.

Selain mencuri bola dari kaki lawan dan melakukan tackling, ada cara lain untuk merebut bola dari kaki penguasaan lawan. Cara yang dimaksud adalah dengan melakukan intercept, atau memotong laju bola yang diumpan ke lawan. Intercept dapat dilakukan baik itu untuk umpan datar maupun umpan lambung. Dengan melakukan intercept, maka serangan balik ke arah pertahanan lawan dapat dengan cepat dilakukan, sebelum koordinasi pemain lawan terjalin dengan baik. Banyak gol yang tercipta dari intercept yang dilanjutkan dengan serangan balik ini. Salah satu hal yang mendukung adalah tim harus memiliki pemain yang mempunyai kemampuan lari cukup cepat, serta umpan yang terukur, sehingga pemain lawan akan kewalahan.

Kejuaran Sepak Bola

I. Kejuaraaan Dunia

Euro (Piala Eropa)

Piala Eropa, atau yang lebih dikenal dengan nama UEFA EURO, merupakan salah satu kompetisi sepak bola antar negara terbesar di dunia. Kompetisi UERO ini mempertemukan seluruh negara anggota EUFA. Penyelanggaraan UEFA EURO selalu dinanti oleh masyarakat sepak bola dunia, mengingat Eropa merupakan salah satu kiblat sepak bola, dengan kompetisi yang cukup ketat.

Piala Eropa diselenggarakan oleh UEFA setiap 4 tahun sekali. Tempat yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan putaran final Piala Eropa ditentukan oleh UEFA palig tidak 6 tahun sebelum putaran final tersebut dilaksanakan. Sepanjang sejarah perhelatan Piala Eropa, Jerman merupakan negara yang paling sukses. Jerman berhasil merajai sepak bola Eropa sebanyak tiga kali, 2 kali saat masih bernama Jerman Barat pada tahun 1972 dan 1980, dan sekali setelah bersatu dengan Jerman Timur, dibawah bendera Jerman pada tahun 1996. Penyelenggaraan putaran final Piala Eropa dilaksanakan 2 tahun sebelum atau sesudah putaran final Piala Dunia.

Piala ini memperebutkan sebuah piala yang deberi nama Piala Henry Delaunay. Pemberian nama ini dilakukan untuk menghormati Henry Delaunay, presiden FFF (Federasi Sepak bola Perancis) yang telah mencetuskan ide untuk mengadakan kejuaraan antar negara-negara di Eropa. Ide tersebut dicetuskan oleh Henry Delaunay pada tahun 1927.

Piala Eropa yang pertama kali diadakan pada tahun 1960, dengan Perancis sebagai tuan rumah. Kualifikasi menuju Piala Eropa di Perancis ini diikuti oleh 17 negara, namun hanya empat negara yang berhasil lolos ke putaran final. Pada putaran final tersebut Uni Soviet berhasil menjadi juara Piala Eropa untuk pertama kalinya, setelah mengkandaskan perlawanan Yugoslavia dengan skor 2 – 1. sedangkan tempat ketiga ditempati oleh Cekoslowakia, yang menundukkan tuan rumah Perancis dengan skor akhir 2 – 0.

Format Pertandingan Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa terbagi menjadi dua babak, yaitu babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa. Babak kualifikasi untuk memperebutkan tempat di putaran final Piala Eropa perlu diadakan karena negara Eropa yang menjadi anggota UEFA cukup banyak, dengan masing-masing berambisi untuk turut serta dalam putaran final Piala Eropa. Format yang digunakan pada babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa berbeda-beda.

* Kualifikasi Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa diikuti oleh semua anggota UEFA. Banyak negara yang telah menjadi anggota UEFA ingin berpartisipasi dalam putaran final Piala Eropa. Namun tidak semua negara dapat tertampung dalam putaran final Piala Eropa, karena jumlah negara yang berhak mengikuti putaran final Piala Eropa hanya 16 negara (sejak tahun 1980 hingga sekarang) termasuk tuan rumah. Untuk menentukan negara mana saja yang berhak masuk ke putaran final Piala Eropa, maka UEFA memutuskan untuk mengadakan pertandingan kualifikasi Piala Eropa.

Semua negara anggota UEFA (kecuali tuan rumah, yang otomatis lolos ke putaran final) berhak dan wajib untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa. Kualifikasi Piala Eropa terbagi dalam beberapa grup dengan sistim kandang dan tandang (sistim kompetisi penuh). Kuealifikasi Piala Eropa ini mulai diadakan setelah berakhirnya putaran final Piala Dunia, atau dua tahun sebelum perhelatan putaran final Piala Eropa dilansungkan.

Kualifikasi Piala Eropa memperebutkan sisa tempat yang ada di putaran final Piala Eropa. Untuk Piala Eropa tahun 2008 (UERO 2008), sisa tempat yang diperebutkan berjumlah 14 negara, karena UEFA menunjuk dua negara sebagai tuan rumah Piala Eropa 2008, yaitu Austria dan Swiss. Untuk memperebutkan jatah tiket yang tersisa, UEFA membagi kualifikasi Piala Eropa 2008 menjadi 7 grup. Negara-negara yang menjadi juara dan runner up pada masing-masing grup berhak untuk mengikuti putaran final Piala Eropa.

Penentuan siapa yang menjadi juara dan runner up dari masing-masing grup, yang lolos ke putaran final Piala Eropa, dilakukan dengan menghitung jumlah total poin yang diperoleh oleh negara dalam grup tersebut. Namun jika ada negara yang memiliki nilai yang sama, maka penentuan juara dan runner up dilakukan dengan beberapa kriteria yang dihitung atas pertemuan dari negara-negara yang memiliki nilai sama, yaitu:

* Hasil pertemuan negara-negara yang memiliki nilai sama, kandang dan
tandang.
* Selisih gol yang dimiliki oleh negara-negara tersebut.
* Jumlah gol yang dimasukkan oleh negara-negara tersebut.
* Jumlah gol yang dicetak pada pertandingan tandang masing-masing negara
tersebut.

* Putaran Final Piala Eropa

Putaran final Piala Eropa dilaksanakan di negara yang telah ditunjuk UEFA sebagai tuan rumah. Format yang dugunakan pada putaran Final Piala Eropa bebebeda dengan Format yang digunakan pada putaran final Piala Eropa terdiri dari dua bagian, yaitu babak penyisihan grup dan babak knock out.

Pada babak penyisihan grup, negara yang telah berhasil masuk ke dalam putaran final Piala Eropa, termasuk tuan rumah, dibagi dalam 4 grup, dengan masing-masing berisi 4 negara. Pembagian negara ke dalam grup dilakukan dengan melakukan undian. Tuan rumah beserta negara yang menjadi juara bertahan dan negara dengan peringkat UEFA terbaik ditempatkan pada satu pot terpisah. Sedangkan negara lain terbagi dalam tiga pot lain. Masing-masing pot berisi 4 negara.

Babak penyisihan grup menggunakan firmat setengah kompetisi, dimana masing-masing negara akan bertanding melawan negara yang berada dalam satu grup. Babak penyisihan grup ini dilakukan untuk memutuskan negara mana yang berhak maju ke babak knock out. Hanya juara dan runner up grup yang memilii kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Penentuan negara mana yang menjadi juara dan runner up ditentukan dengan total point yang diperoleh oleh masing-masing negara.

Negara yang lolos ke babak knock out akan bertemu dengan negara lain dari grup yang berbeda. Pertemuan dua negara yang terjadi pada babak knock out dilakukan dengan sistim silang, dimana juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain, dan runner up grup akan bertemu dengan juara grup lain. Negara yang berhasil memeanngkan pertandingan berhak maju ke babak selanjutnya. penentuan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya dilakukan dalam pertandingan yang berlangsung. Jika hingga waktu normal pertandingan berakhir seri, maka akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Jika belum ada negara yang memenangkan pertandingan, maka penentuan pemenang akan dilakukan dengan adu tendangan pinalti.

Statistik Piala Eropa

Sejak pertama kali penyelenggaraan Piala Eropa pada tahun 1960, Piala Eropa telah diselenggarakan 13 kali (hingga UERO 2008). Sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa tersebut, Jerman merupakan negara yang paling banyak merauh gelar juara, sebanyak 3 kali. Perancis membuntuti Jerman dengan meraih titel Juara Eropa dua kali. Selain itu, masih ada catatan statistik lain yang berkaitan dengan perhelatan Piala Eropa, yaitu:

* Tuan rumah Piala Eropa

Negara yang pertama kali menjadi tuan rumah putaran final Piala Eropa adalah Perancis, pada tahun 1960. Setelah itu, putaran final diselenggarakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda-beda. Pada penyelenggaraan putaran final Piala Eropa 2000, UEFA membuat sejarah dengan menunjuk dua negara sebagai tuan rumah bersama. Kedua negara tersebut adalah Belgia dan Belanda.

* Juara Piala Eropa

Diantara puluhan negara yang menjadi anggota UEFA, namun sangat sedikit negara yang pernah merasakan manisnya menjadi juara Piala Eropa. Sepanjang penyelenggaraan kejuaraan Piala Eropa, hanya 9 negara yang pernah menrengkuh tropi Henry Delaunay. Bahkan hanya ada dua negara yang berhasil memboyong Piala Eropa lebih dari sekali, yaitu Jerman dengan tiga gelar dan Perancis yang memenangkannya dua kali.

Berikut adalah daftar lengkap negara-negara yang menjadi juara Piala Eropa sejak tahun 1960:

* Jerman; merupakan negara paling sukses sepanjang perhelatan Piala Eropa. Jerman berhasil menjadi juara Piala Eropa tiga kali, yaitu pada tahun 1972, 1980 (dengan bendera Jerman barat), dan terakhir tahun 1996 setelah mengalahkan pendatang baru Republik Ceko lewat Gol Emas Oliver Bierhof.

* Perancis, berhasil menjadi juara Piala Eropa 2 kali, pada tahun 1984 dan 2000. anggota tim Perancis yang berhasil memenangkan Piala Eropa pada tahun 2000 sering disebut sebagai “generasi emas” Perancis, karena pada saat yang bersamaan negara Perancis merupakan juara bertahan Piala Dunia, yang diboyong pada tahun 1998 saat menjadi tuan rumah Piala Dunia.

* Rusia, merupakan negara pertama yang mengangkat tropi Henry Delaunay, pada penyelenggaraan Piala Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 1960. rusia memenangkan Piala Eropa tersebut dengan bendera Uni Soviet.

* Italia, Belanda, Denmark, dan Yunani berhasil menjadi kampiun Eropa masing-masing satu kali. Denmark dan Yunani merupakan negara yang memberikan kejutan saat berhasil meraih tropi Piala Eropa. Denmark berhasil menjadi juara ketika ditunjuk menggantikan Yugoslavia sebagai peserta putaran final Piala Eropa, pada perhelatan UERO 1992. Sedangkan Yunani membalikkan semua prediksi pengamat sepak bola dengan menjuarai UERO 2004 lalu. Yunani yang dinilai memiliki peluang paling tipis untuk menjadi juara berhasil mengalahkan tuan rumah Portugal yang lebih diunggulkan dalam dua kali kesempatan, yaitu pada babak penyisihan grup dan partai final UERO 2004.
* Spanyol; berhasil menjadi juara Piala Eropa sebanyak dua kali. gelar Piala Eropa terakhir yang diraih Spanyol adalah pada penyelenggaraan Piala Eropa 2008 di Swiss – Austria. Spanyol menjadi juara setelah menyudahi perlawanan Jerman dengan skor tipis 1-0.

* Pencetak gol terbanyak Piala Eropa

Seperti hal nya Piala Dunia, Penyelenggaraan Piala Eropa juga menghadirkan beragam statistik, baik yang melibatkan negara peserta maupun pemain yang menjadi bagian dari negara yang ikut serta dalam Piala Eropa. Salah satu catatan yang selalu mendapat perhatian lebih dari para penggemar bola adalah tentang sepak terjang pemain yang berhasil mencetak gol pada Piala Eropa. Siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak selalu menjadi salah satu pertanyaan setiap kali Piala Eropa digelar. Hal ini akan mendorong para pemain untuk meningkatkan performanya, karena inilah salah satu ajang yang dapat digunakan pemain untuk “menjual” kemampuannya.

Sepanjang perhelatan Piala Eropa telah banyak gol yang tercipta. Namun hanya sedikit pemain yang berhasil mencetak banyak gol selama berpartisipasi dalam Piala Eropa. Berikut kami hadirkan daftar pencetak gol terpanyak sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa:

9 Gol Michael Platini

7 Gol Alan Shearer

6 Gol Patrick Kluivert

5 Gol Milan Baros

Nuno Gomes

Thierry Henry

Juergen Klinsman

Savo Milosevic

Marco Van Basten

Zinedine Zidane

Michael Platini mencetak sembilan gol pada satu putaran final Piala Eropa, yaitu pada Piala Eropa 1984. ini merupakan rekor pencetak gol terbanyak dalam dalam satu penyelenggaraan Piala Eropa.

Selain pencetak gol terbanyak, ada juga pemain yang menjadi pemain terbanyak tampil di Piala Eropa. Lothar Mattheus, Peter Schmeichel, dan Aron Winter adalah pemain yang tampil pada 4 penyelenggaraan Piala Eropa yang berbeda.

World Cup (Piala Dunia)

Ajang pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia adalah FIFA World Cup (Piala Dunia FIFA). Ajang pertandingan sepak bola antar negara ini mempertemukan seluruh negara anggota FIFA yang telah lolos kualifikasi di putaran final. FIFA World Cup diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda untuk setiap kali penyelenggaraan.

Sebelum adanya Piala Dunia, pertandingan sepak bola antar dunia dilakukan sebagai salah satu olah raga yang dipertandingkan pada Olimpiade. Namun sejak tahun 1914 FIFA menetapkan bahwa pertandingan sepak bola pada Olimpiade hanya diperbolehkan bagi pemain-pemain amatir dari tiap negara peserta. Hal ini sangat bertentangan dengan keinginan IOC, sebagai penyelenggara Olimpiade, yang menghendaki pemain profesional juga main di pertandingan sepak bola Olimpiade. Hal ini membuat pertandingan tidak lagi dimasukkan dalam agenda Olimpiade oleh IOC.

Hal ini mendorong presiden FIFA Jules Rimet untuk merencanakan sebuah turnamen sepak bola tingkat dunia. Turnamen Piala Dunia ini diadakan di Uruguay pada tahun 1930. Penunjukkan Uruguay sebagai tuan rumah lebih ditujukan untuk menghormati Uruguay yang telah memenangkan dua kejuaraan sepak bola sebelumnya, sekaligus untuk memperingati hari kemerdekaan Uruguay yang ke-100. Sayangnya penunjukkan Uruguay sebagai tuan rumah menimbulkan masalah bagi negara-negara di dataran Eropa. Jauhnya jarak tempuh dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan membuat negara-negara di Eropa tidak bersedia mengikuti turnamen ini. Sebagai jalan tengah, akhirnya Jules Rimet mengutus 4 negara di Eropa untuk mewakili benua tersebut. Alhasil perhelatan Piala Dunia pertama ini diikuti oleh 13 negara, 7 dari Amerika Selatan, 4 dari Eropa, dan 2 dari Amerika Utara. Pada perhelatan Piala Dunia pertama ini, Uruguay berhasil menjadi juara setelah di final mengandaskan perlawanan Argentina dengan skor 4 – 2.

Perhelatan piala dunia kemudian diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah berpindah dari Eropa ke benua Amerika. Namun perhelatan akbar ini sempat terhenti antara tahun 1942 hingga 1946, ketika pecah Perang Dunia Kedua, yang melibatkan banyak anggota FIFA, sekaligus peserta Piala Dunia. Piala Dunia kembali digulirkan pada tahun 1950, dengan Brasil sebagai tuan rumah. Pada tahun inilah peristiwa besar terjadi, yaitu “tragedi Marcaana”, dimana tuan rumah Brasil dipecundangi oleh Uruguay pada partai puncak.

Pada perhelatan Piala Dunia tahun 1970 di Meksiko, Brasil membuktikan diri sebagai penguasa sepak bola dengan memenangkan kejuaraan Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Dengan demikian piala Jules Rimet yang menjadi lambang supremasi sepak bola dunia berhak menjadi milik Brasil untuk selama-lamanya. Namun sayangnya piala Jules Rimet ini hilang pada tahun 1980, dan hingga kini tidak pernah ditemukan.

Perhelatan Piala Dunia tahun 2002 merupakan sejarah manis bagi Asia. Pada Piala Dunia 2002, Asia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya, diluar negara-negera di Eropa dan Amerika. Pada Piala Duina 2002 juga untuk pertama kalinya FIFA menunjuk dua negara sebagai tuan rumah Piala Dunia, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Jika Asia sudah mendapat jatah untuk menyelenggarakan Piala Dunia, maka pada perhelatan Piala Dunia tahun 2010 giliran Afrika yang menjadi tuan rumah, diwakili oleh Afrika Selatan. Dengan demikian hanya satu asosiasi sepak bola yang belum pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, yaitu OFC, yang membawahi Oseania.

Format Piala Dunia

Piala Dunia menggunakan format yang berbeda untuk setiap babaknya. Secara garis besar, babak putaran Piala Dunia terbagi menjadi dua, yaitu babak kualifikasi dan putaran final Piala Dunia. Format yang digunakan untuk masing-masing babak adalah:

* Kualifikasi Piala Dunia

Setiap negara yang ingin berpartisipasi dalam kejuaraan Piala Dunia harus melalui babak kualifikasi. Namun hal ini tidak berlaku untuk tuan rumah. Secara otomatis, negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia mendapatkan jatah satu tempat di putaran final Piala Dunia. Pada awalnya juara bertahan juga dibebaskan dari keharusan mengikuti kualifikasi untuk dapat berpartisipasi pada Piala Dunia. Namun FIFA merubah peraturan sejak kualifikasi Piala Dunia 2006, yang menyatakan juara bertahan juga harus mengikuti kualifikasi Piala Dunia. Brasil menjadi juara bertahan pertama yang harus ikut dalam kualifikasi Piala Dunia.

Kualifikasi Piala Dunia biasanya paling cepat dimulai tiga tahun sebelum putaran final Piala Dunia digelar. Waktu dan format kualifikasi yang harus dimainkan oleh masing-masing negara tergantung dari asosiasi sepak bola di wilayahnya. Sebagai contoh CONMEBOL menggunakan sistim kompetisi penuh untuk menentukan negara mana saja yang berhak mewakili wilayahnya pada putaran final Piala Dunia.

Setiap zona telah mendapat jatah juimlah negara yang dapat berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia. Untuk memperebutkan jatah tersebutlah, kualifikasi ini diadakan. Pada umumnya pertandingan kualifikasi dilakukan dengan sistim kandang dan tandang. Sedangkan formatnya ada yang menggunakan format kompetisi penuh (CONMEBOL), namun banyak pula asosiasi sepak bola yang membagi negara anggotanya dalam beberapa grup untuk memperebutkan jatah tiket yang ada. Untuk zona Asia, setelah melewati babak penyisihan grup, negara yang berhasil menduduki peringkat atas pada masing-masing grup akan mengikuti babak kualifikasi selanjutnya untuk memperebutkan jatah tempat di putaran final Piala Dunia. Sedangkan untuk zona Oseania, pemenang dari zona ini harus dapat mengalahkan negara dari zona lain untuk dapat mengikuti putaran final Piala Dunia.

* Putaran Final Piala Dunia

Pada awalnya putaran final Piala Dunia hanya diikuti oleh 16 – 24 negara. Namun semenjak Piala Dunia 1994, 32 negara adalah jumlah yang ikut berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia. Ke-32 negara ini berasal dari berbagai wilayah yang mewakili zona masing-masing.

Pada putaran final Piala Dunia, format turnamen yang digunakan ada dua macam. Format yang digunakan adalah babak grup dengan sistim semi kopetisi, dan sistim gugur. Format grup hanya digunakan pada putaran pertama. Sedangkan sisanya menggunakan sistim gugur.

Dalam sistim group, 32 negara peserta putaran final Piala Dunia dibagi menjadi 8 grup, dengan masing-masing berisi 4 negara. Pembagian ini dilakukan dengan undian, yang diadakan oleh pihak penyelenggara. Pada saat undian grup dilakukan, ditentukan pula 8 negara yang menjadi unggulan dan ditempatkan pada satu pot tersendiri. Hal ini untuk menghindari bertemunya negara unggulan pada putaran pertama. Pada tiga pot terpisah ditempatkan negara peserta putaran final Piala Dunia yang lain, berdasarkan peringkat FIFA dan zona yang diwakili.

Dari masing-masing grup, hanya dua negara yang menduduki posisi teratas yang berhak melaju ke babak selanjutnya. juara dari grup tersebut akan berhadapan dengan peringkat 2 grup lain. Namun apa bila ditemukan dua grup dengan nilai sama, maka untuk menentukan juara dan peringkat 2 dari grup tersebut akan dilihat dari selisih gol yang dimiliki masing-masing negara. Jika selisih gol juga sama, maka jumlah gol yang dilesakkan ke gawang musuh menjadi acuannya. Namun jika masih sama juga, acuan yang digunakan selanjutnya adalah jumlah gol yang diderita, hasil pertemuan kedua negara, dan alternatif terakhir adalah dengan melakukan undian.

Dua tim posisi teratas dari masing-masing grup akan memasuki babak 16 besar. Di mulai pada babak ini format kompetisi berubag menjadi sistim gugur. Kedua negara yang bertanding bertemu dengan sistim silang, dimana juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain. Dengna digunakannya sistim gugur pada babak 16 besar dan babak-babak selanjutnya, persaingan menjadi semakin ketat. Pada babak ini setiap negara akan berupaya keras untuk dapat mengalahkan lawannya dan maju ke babak selanjutnya. kemenangan dapat diraih dalam waktu pertandingan normal (2 x 45 menit). Namun jika hasilnya seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Jika hingga babak ini belum dapat ditentukan siapa pemenang dari pertandingan tersebut, maka akan dilakukan adu tendangan pinalti.

Sistim ini digunakan untuk semua babak, mulai dari 16 besar, perempat final (8 besar), semi final (4 besar), perebutan tempat ketiga, dan partai final.

Statistik Piala Dunia

Selama 18 kali perhelatan Piala Dunia, banyak kejadian menarik yang tercatat dala sejarah sepak bola dunia. Kejadian yang menjadi catatan dalam sejarah perhelatan Piala Dunia ini melibatkan negara peserta maupun pemain yang berpartisipasi dalam Piala Dunia. Brasil tercatat sebagai satu-satunya negara yang selalu berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia, sejak Piala Dunia digelar.

Selain itu masih banyak statistik lain dari pelaksanaan Piala Dunia, dari yang pertama hingga yang ke 18 kalinya. Statistik Piala Dunia tersebut meliputi:

* Negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia

Sejak penyelenggaraan Piala Dunia FIFA tahun 1930, beberapa negara telah berkesempatan sebagai tuan rumah. Negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tersebar pada 4 benua yang ada di dunia. Daftar negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA dari tahun 1930 hingga tahun 2014 mendatang, termasuk hasil dari partai final, adalah:

Tahun Tuan Rumah Partai Final Skor
1930 Uruguay Uruguay Vs Argentina 4:2
1934 Italia Italia Vs Cekoslowakia 2:1
1938 Perancis Italia Vs Hungaria 4:2
1950 Brasil Uruguay Vs Brasil
1954 Swiss Jerman Barat Vs Hungaria 3:2
1958 Swedia Brasil Vs Swedia 5:2
1962 Chile Brasil Vs Cekoslowakia 3:1
1966 Inggris Inggris Vs Jerman Barat 4:2 (perpanjangan waktu)
1970 Meksiko Brasil Vs italia 4:1
1974 Jerman Barat Jerman Barat Vs Belanda 2:1
1978 Argentina Argentina Vs Belanda 3:1 (perpanjangan waktu)
1982 Spanyol Italia Vs Jerman Barat 3:1
1986 Meksiko Argentina Vs Jerman Barat 3:2
1990 Italia Jerman Barat Vs Argentina 1:0
1994 Amerika Serikat Brasil Vs Italia 0:0; 3:2 (adu pinalti)
1998 Perancis Perancis Vs Brasil 3:0
2002 Korea Selatan & Jepang Brasil Vs Jerman 2:0
2006 Jerman Italia Vs Perancis 1:1; 5:3 (adu pinalti)
2010 Afrika Selatan
2014 Brasil

* Negara Pemenang Piala Dunia

Meskipun diikuti oleh banyak peserta, namun hanya sedikit negara yang berhasil menjadi juara pada penyelenggaraan Piala Dunia. Titel sebagai juara dunia sepak bola hanya dibagi pada 2 benua, karena semua negara yang berhasil memenangi partai puncak ini berasal dari 2 benua, yaitu Eropa dan Amerika. Sedangkan dari 18 kali penyelenggaraan Piala Dunia, hanya tujuh negara yang berhasil meraih kedudukan puncak. Negara-negara yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan Piala Dunia adalah:

* Brasil; merupakan negara yang paling banyak meraih juara pada Piala Dunia. Brasil menjadi juara dunia sebanyak lima kali, pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. brasil juga satu-satunya negara yang berhasil menjadi juara Piala Dunia di tiga benua yang pernah menjadi tuan rumah.

* Italia; merupakan negara yang menjadi juara pada penyelenggaraan Piala Dunia yang terakhir, di jerman tahun 2006. Italia merupakan negara yang menempel Brasil dalam hal jumlah perolehan gelar juara pada Piala Dunia. Italia meraih 4 kali juara pada perhelatan Piala Dunia, yaitu pada tahun 1934, 1938, 1982, dan terakhir pada penyelenggaraan Piala Dunia di Jerman pada 2006.

* Jerman; merupakan negara yang terbentuk dengan runtuhnya Tembok Berlin, yang memisahkan Jerman Barat dan jerman Timur (reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu negara, Jerman). Jerman berhasil menjadi juara dunia sepak bola sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1954, 1974, dan 1990. ironisnya gelar juara ini didapat ketika belum terjadi unifikasi, di bawah bendera Jerman barat. Setelah Jerman bersatu, prestasi terbaik Jerman dalam ajang Piala Dunia adalah menjadi runner up pada tahun 2002, setelah kalah dari Brasil.

* Argentina; menjadi juara dunia 2 kali, pada tahun 1978 dan 1986. Pada tahun 1986 ini Diego Armando Maradona membuat dua gol yang mendapat perhatian dunia ketika mengalahkan Inggris. Gol pertama Maradona dicetak lewat sebuah gol yang terkenal dengan sebutan “Gol Tangan Tuhan”. Sedangkan gol keduanya dicetak melalui sebuah dribling bola yang sangat mengagumkan dari tengah lapangan, melewati para pemain Inggris, sebelum akhirnya menyarangkan bola ke gawang Inggris. Banyak pihak menilai gol ini sebagai gol terbaik sepanjang perhelatan Piala Dunia.

* Uruguay; berhasil du kali menjuarai kompetisi Piala Dunia, pada tahun 1930 dan 1950. Uruguay merupakan negara pertama yang menjuarai Piala Dunia.

* Perancis; berhasil menjuarai Piala Dunia ketika menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 1998. Pada tahun 2000 Perancis berhasil menjadi juara Piala Eropa. Hal ini membuat perancis sebagai satu-satunya negara Eropa yang menjadi juara bertahan Piala Dunia dan Piala Eropa dalm rentang waktu yang sama.

* Inggris; berhasil menjadi juara Piala Dunia di depan publiknya sendiri pada tahun 1966.

* Rekor pemain

Selain negara, pemain ang berlaga pada putaran final Piala Dunia juga mencatatkan sejarah tersendiri. Beberapa pemain yang tertulis dalam sejarah perjalanan Piala Dunia adalah:

* Ronaldo, merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Ronaldo berhasil mencetak 15 gol selama karirnya di Piala Dunia.

* Just fontaine; merupakan pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Piala Dunia. Just Fontaine mencetak 13 gol ketika Perancis berhasil meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 1958.

* Pele; merupakan satu-satunya pemain yang meraih gelar Piala Dunia bersama negaranya, Brasil, sebanyak tiga kali.

* Roger Milla merupakan pemain paling tua dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, ketika membela negaranya, Kamerun pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Penghargaan di Piala Dunia

Selain merupakan ajang bergengsi bagi sepak bola dunia, Piala Dunia juga memberikan beberapa penghargaan bagi pemain atau tim yang berpartisipasi di putaran final. Banyak pemain dan negara yang telah meraih penghargaan, yang berkaitan dengan penyelenggaraan kejuaraan Piala Dunia. Penghargaan yang diberikan kepada negara dan pemain, berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia adalah:

* Bola Emas

Pemberian penghargaan Bola Emas dimulai pada penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1982. penghargaan Bola Emas diberikan kepada pemain terbaik pada putaran final Piala Dunia. Pemilihan pemain terbaik ini dilakukan berdasarkan voting oleh media yang meliput penyelenggaraan Piala Dunia. Pemain yang menjadi terbaik kedua dan ketiga dari hasil voting tersebut mendapatkan Bola Perak dan Bola Perunggu.

* Sepatu Emas

Penghargaan Sepatu Emas diberikan kepada pemain yang berhasil mencetak gol paling banyak pada putaran final Piala Dunia. Penghargaan Sepatu Emas ini sudah diberikan kepada pencetak gol terbanyak sejak penyelenggaraan Piala Dunia untuk pertama kali, pada tahun 1930. Pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak kedua dan ketiga juga mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang mereka terima adalah Sepatu Perak dan Sepatu Perunggu, sebagai bentuk apresiasi dari FIFA atas performa mereka.

* Yashin Awards

Pada penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1930 hinnga 1986, posisi penjaga gawang belum mendapat penghargaan tersendiri dari FIFA. Namun sejak tahun 1994 FIFA memberikan penghargaan khusus kepada penjaga gawang. Penghargaan ini dikenal dengan nama Yashin Award. Penghargaan ini diberikan kepada penjaga gawang yang memberikan penampilan paling baik selama putaran final Piala Dunia berlangsung. Penghargaan ini diberikan kepada penjaga gawang mengingat peran mereka yang sangat penting dalam pertandinan sepak bola. Hal ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi penjaga gawang untuk mengawal gawang negaranya dalam setiap pertandingan.

* Fair Play team

Permainan yang fair sering didengungkan oleh FIFA dalam setiap pertandingan sepak bola. Jika kita perhatikan, pada setiap pemain memasuki lapangan sebelum pertandingan dimulai, kita sering melihat bendera fair play di bawa ke lapangan. Untuk menunjukkan penghargaan kepada negara yang bermain dengan fair selama putaran final Piala Dunia berlangsung, FIFA memberikan penghargaan Fair Play kepada negara yang dinilai bermain secara fair. Penilaian ini didasarkan pada penghitungan kartu sebagai akibat pelanggaran yang dilakukan selama pertandingan putaran final berlangsung. Tim yang memiliki nilai fair play paling tinggi berhak menerima penghargaan sebagai fair play team. Penghargaan ini mulai diberikan sejak penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1978.

* Most Entertaining Team

Penghargaan ini diberikan kepada negara yang memberikan permainan yang atraktif dan paling menghibur selama putaran final Piala Dunia. Penentuan tentang negara mana yang berhak menerima penghargaan ini dilakukan melalui poling masyarakat umum. Pemberian penghargaan ini sudah dilakukan sejak putaran final Piala Dunia 1994. Dengan pemberian perghargaan ini diharapkan masing-masing negara bukan hanya mementingkan untuk mengejar kemenangan, namun juga menyuguhkan permainan yang cantik dan menarik, sehingga penonton sepak bola dapat terhibur.

* Best Young Player

Best young player merupakan apresiasi dari FIFA bagi pemain muda yang berusia 21 tahun atau kurang, atas partisipasi mereka pada putaran final Piala Dunia. Pemain muda yang berhak menerima penghargaan ini adalah pemain muda terbaik menurut penilaian dari FIFA. Pemberian penghargaan ini dapat memotivasi para pemain muda untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam putaran final Piala Dunia. Selain itu, hal ini secara tidak langsung juga mendorong negara peserta untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda terbaik dinegerinya untuk turut serta berpartisipasi dalam ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Penghargaan ini mulai diberikan pada penyelenggaraan putaran final Piala Dunia tahun 2006 di Jerman.

Pengumuman peraih dan penyerahan penghargaan tersebut dilakukan setelah partai final selesai. Penyerahan penghargaan khusus ini diberikan sebelum FIFA menyerahkan tropi Piala Dunia kepada pemenang partai final.

Copa Amerika

Copa America adalah turnamen sepak bola antar negara yang diselenggarakan oleh CONMEBOL untuk mengakomodir kebutuhan kompetisi sepak bola antar negara di wilayah Amerika Selatan. Kejuaraan Copa America ini merupakan kompetisi antar negara yang paling tua di dunia, yang masih bertahan hingga sekarang. Kompetisi ini telah bergulir sejak tahun 1916 dengan nama Cmapeonato Sudamericano de Selecciones (Kejuaraan Sepak Bola Antar Negara Amerika Selatan).

Kejuaraan Copa America pertama kali digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Argentina pada tahun 1916. Negara yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan ini adalah Uruguay. Sejak itu kejuaraan sepak bola antar negara-negara Amerika Selatan ini digelar setiap 2 tahun sekali. Namun CONMEBOL bermaksud mengubah tenggat waktu pelaksanaan Copa America menjadi empat tahun sekali, terhitung mulai tahun 2007.

Negara-negara di Amerika Selatan yang menjadi anggota CONMEBOL hanya berjumlah 10 negara. karena jumlah yang sedikit, maka format kompetisi yang digunakan pun berbeda dengan format kompetisi lain. Pada Copa America tidak terdapat sistim kualifikasi. Semua negara anggota CONMEBOL akan langsung berlaga di putaran final Copa Amerika. Selain itu, untuk meningkatkan persaingan yang ada, sejak tahun 1993 CONMEBOL mengundang dua atau tiga negara dari federasi sepak bola lain untuk berpartisipasi pada ajang Copa Amerika.

Jika tuan rumah kompetisi sepak bola pada federasi lain ditentukan setelah ada yang mencalonkan diri, tidak demikian halnya dengan Copa Amerika. Sejak tahun 1984 CONMEBOL mengambil kebijakan untuk menunjuk negara yang menjadi tuan rumah Copa Amerika secara bergiliran, berdasarkan urutan alfabet. Dengan cara rotasi seperti ini, dapat dipastikan bawa semua negara anggota CONMEBOL akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Copa Amerika.

Sepanjang perhelatan kejuaraan Copa Ameroca, Argentina dan Uruguay merupakan negara yang paling banyak menjadi juara. Kedua negara ini masing-masing berhasil mengangkat tropi Copa America sebanyak 14 kali. Negara yang menyusul dibelakang nereka adalah Brasil dengan 8 kali menjadi juara.

2. Kejuaraan Indonesia
Copa Dji Sam Soe
Indonesia Super league

3. Kejuaraan Asia
Piala AFC
Liga Champions Asia
Piala AFF

piala duniapiala dunia

H. Daftar Pustaka

1. Setyaningsih, Titik. 2009. Pendidikan Jasmani. Solo : Kuala Pustaka
2. http://www.kriu.com
3. Luxbacher, Joseph A., 2004, Sepakbola, edisi kedua, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.
4. Soekatamsi, 1997, Permainan Besar I Sepakbola, Jakarta, Universitas Terbuka.
5. Sudjarwo, Iwan dan Nurdin, Enur, 2005, Permainan Sepakbola, Diktat, Tasikmalaya, PJKR FKIP Universitas Siliwangi.

MAKALAH TENTANG HADITS

BAB I
PENDAHULUAN

Semua umat Islam telah sepakat dengan bulat bahwa Hadits Rasul adalah sumber dan dasar hukum Islam setelah Al – Qur’an, dan umat Islam diwajibkan mengikuti dan mengamalkan hadits sebagaimana diwajibkan mengikuti dan mengamalkan Al – Qur’an.

Al – Qur’an dan hadits merupakan dua sumber hukum pokok syariat Islam yang tetap, dan orang Islam tidak akan mungkin, bisa memahami syariat Islam secara mendalam dan lengkap tanpa kembali kepada kedua sumber Islam tersebut. Seorang mujtahid dan seorang ulama pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan diri dengan mengambil salah satu keduanya.

Banyak kita jumpai ayat – ayat Al – Qur’an dan Hadits – hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits merupakan sumber hukum islam selain Al – Qur’an yang wajib diikuti, dan diamalkan baik dalam bentuk perintah maupun larangannya.

Hadits itu sendiri secara istilah adalah segala peristiwa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik perkataan, perkataan, segala keadaan, atau perilakunya.

BAB II
PENGGOLONGAN DAN KLASIFIKASI HADITS

Secara konsepsional bahwa hadits itu dari satu segimdapat dibagi menjadi dua, yaitu kuantitas dan kualitas. Yang dimaksud segi kuantitasnya adalah penggolongan hadits ditinjau dari banyaknya rowi yang meriwayatkan hadits. Sedangkan hadits berdasarkan kualitasnya adalah penggolongan hadits dilihat dari aspek diterimanya atau ditolaknya.

2.1 Penggolongan Hadits Berdasarkan Banyaknya Rawi

Para sahabat dalam menerima hadits dari Nabi Muhammad SAW. Terkadang berhadapan langsung dengan sahabat yang jumlahnya sangat banyak karena pada saat nabi sedang memberikan khutbah di hadapan kaum muslimin, kadang hanya beberapa sahabat bahkan juga bisa terjadi hanya satu atau dua orang sahabat saja. Demikian itu terus terjadi dari sahabat ke tabi’in sampai pada generasi yang menghimpun hadits dalam berbagai kitab. Dan sudah barang tentu informasi yang dibawa oleh banyak rowi lebih meyakinkan apabila dibandingkan dengan informasi yang dibawa oleh satu atau dua orang rowi saja. Dari sinilah para ahli hadits membagi hadits menurut jumlah rowinya 1.

2.1.1. Hadits Mutawatir
Kata mutawatir Menurut lughat ialah mutatabi yang berarti beriring-iringan atau berturut-turut antara satu dengan yang lain 2. Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh banyak orang dalam setiap generasi, sejak generasi shahabat sampai generasi akhir (penulis kitab), orang banyak tersebut layaknya mustahil untuk berbohong 3. Tentang seberapa banyak orang yang dimaksud dalam setiap generasi belum terdapat sebuah ketentuan yang jelas.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hadits mutawatir adalah laporan dari orang-orang yang jumlahnya tidak ditentukan (la yusha ‘adaduhum) yang tidak mungkin mereka bersepakat untuk berbuat dusta mengingat jumlah mereka yang besar (‘adalah) dan tempat tinggal mereka yang beragam 4.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa hadist mutawatir menimbulkan konsekuensi hukum dan pengetahuan yang positif (yaqin) dan orang yang menyangkalnya dianggap berbelit akalnya dan tidak bermoral 5. Ulama telah menyepakti bahwa hadits ini dapat dijadikan hujjah baik dalam bidang aqidah maupun dalam bidang syari’ah 6.

Hadits mutawatir memberikan faedah ilmu daruri, yakni keharusan untuk menerimanya secara bulat sesuatu yang diberitahukan mutawatir karena ia membawa keyakinan yang qath’i (pasti), dengan seyakin-yakinnya bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar menyabdakan atau mengerjakan sesuatu seperti yang diriwayatkan oleh rawi-rawi mutawatir 7.

Dapat dikatakan bahwa penelitian terhadap rawi-rawii hadits mutawatir tentang keadilan dan kedlabitannya tidak diperlukan lagi, karena kuantitas rawi-rawinya mencapai ketentuan yang dapat menjamin untuk tidak bersepakat dusta. Oleh karenanya wajib bagi setiap muslim menerima dan mengamalkan semua hadits mutawatir. Umat Islam telah sepakat tentang faedah hadits mutawatir seperti tersebut di atas dan bahkan orang yang mengingkari hasil ilmu daruri dari hadits mutawatir sama halnya dengan mengingkari hasil ilmu daruri yang berdasarkan musyahailat (pelibatan pancaindera).

Sebuah hadits dapat digolongkan ke dalam hadits mutawatir apabila memenuhi beberapa syarat. Adapun persyaratan tersebut antara lain adalah sebagai berikut 8 :

1. Hadits (khabar) yang diberitakan oleh rawi – rawi tersebut harus berdasarkan tanggapan (daya tangkap) pancaindera. Artinya bahwa berita yang disampaikan itu benar – benar merupakan hasil pemikiran semata atau rangkuman dari peristiwa – peristiwa yang lain dan yang semacamnya, dalam arti tidak merupakan hasil tanggapan pancaindera (tidak didengar atau dilihat) sendiri oleh pemberitanya, maka tidak dapat disebut hadits mutawatir walaupun rawi yang memberikan itu mencapai jumlah yang banyak.
2. Bilangan para perawi mencapai suatu jumlah yang menurut adat mustahil untuk berdusta. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat tentang batasan jumlah untuk tidak memungkinkan bersepakat dusta
Abu Thayib menentukan sekurang – kurangnya 4 orang. Hal tersebut diqiyaskan dengan jumlah saksi yang diperlukan oleh hakim 9.
Ashabus Syafii menentukan minimal 5 orang. Hal tersebut diqiyaskan dengan jumlah para Nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi.
Sebagian ulama menetapkan sekurang – kurangnya 20 orang. Hal tersebut berdasarkan ketentuan yang telah difirmankan Allah SWT tentang orang – orang mukmin yang tahan uji, yang dapat mengalahkan orang – orang kafir sejumlah 200 orang.

3. Seimbang jumalah para perawi, sejak dalam tabaqat (lapisan/ tingkatan) pertama maupun tabaqat berikutnya. Hadits mutawatir yang memenuhi syarat- syarat seperti ini tidak banyak jumlahnya, bahkan Ibnu Hibban dan Al – Hazimi menyatakan bahwa hadits mutawatir tidak mungkin terdapat karena persyaratan yang demikian ketatnya 10.

DR. Syamssuddin Arif menyimpulkan bahwa sebuah khabar dapat disebut mutawatir apabila memenuhi syarat sebagai berikut 11:
1. Nara sumbernya harus benar-benar mengetahui apa yang mereka katakannya, sampaikan dan laporkan. Jadi tidak boleh menduga-duga atau apalagi meraba-raba.
2. Mereka harus mengetahui secara pasti dalam arti pernah melihat, menyaksikan,mengalami, dan mendengarnya secara langsung tanpa disertai distorsi, ilusi, dan semacamnya.
3. Jumlah nara sumbernya cukup banyak sehingga tidak mungkin suatu kekeliruan atau kesalahan dibiarkan atau lolos tanpa koreksi.

Hadits Mutawatir ada 2 yaitu :

1. Mutawatir Lafdzi yaitu mutawatir redaksinya.
Contoh Hadits Mutawatir Lafzi :
“Rasulullah SAW berkata, “Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia bersedia menduduki tempat duduk di neraka.”

Menurut Abu Bakar Al-Bazzar, hadits tersebut diatas diriwayatkan oleh 40 orang sahabat, kemudian Imam Nawawi dalam kita Minhaju al-Muhadditsin menyatakan bahwa hadits itu diterima 200 sahabat 12.
2. Mutawatir Ma’nawi yaitu hadits yang isi serta kandungannyadiriwayatkan secara mutawatir dengan redaksi yang berbeda-beda 13.
Contoh hadits mutawatir maknawi adalah :
“Rasulullah SAW tidak mengangkat kedua tangan beliau dalam doa-doanya selain dalam doa salat istiqa’ dan beliau mengangkat tangannya, sehingga nampak putih-putih kedua ketiaknya.” (HR. Bukhari Muslim)

Hadis yang semakna dengan hadis tersebut di atas ada banyak, yaitu tidak kurang dari 30 buah dengan redaksi yang berbeda-beda. Antara lain hadis-hadis yang ditakrijkan oleh Imam ahmad, Al-Hakim dan Abu Daud yang berbunyi :
“Rasulullah SAW mengangkat tangan sejajar dengan kedua pundak beliau.”

2.1.2. Hadits Ahad
Hadits Ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh satu, dua, atau sedikit orang yang tidak mencapai derajat masyhur, apalagi mutawatir. Keterikatan manusia terhadap substansi hadits ini sangat dipengaruhi oleh kualitas periwayatannya dan kualitas kesinambungan sanadnya 14.

Imam Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad asy- Syaukani menyatakan bahwa kabar wahid atau hadits ahada barau dapat diterima jika sumbernya memenuhi lima syarat sebagai berikut 15:
1. Sumbernya harus seorang mukallaf, yaitu orang yang telah kena kewajiban melaksanakan perintah agama dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu ucapan anak dibawah umur tidak dapat diterima.
2. Sumbernya harus beragama Islam. Konsekuensinya, tidak dapat diterima khabar atau cerita dari orang kafir.
3. Nara sumber harus memiliki integritas moral pribadi yang menunjukkan ktakwaan dan kewibawaan diri (muru’ah) sehingga timbul kepercayaan orang lain kepadanya, termasuk dalam hal ini meninggalkan dosa-dosa kecil. Atas dasar ini orang fasiq secara otomatis tidak mempunyai adalah dan ucapan mereka ditolak.
4. Nara sumber harus memiliki kecermatan dan ketelitian, tidak sembrono dan asal jadi.
5. Nara sumber diharuskan jujur dan terus terang, tidak menyembunyikan sumber rujukan dengan cara apa pun, sengaja maupun tidak sengaja.
Di kalangan para ulama ahli hadits terjadi perbedaan pendapat mengenai kedudukan hadits ahad untuk digunakan sebagai landasan hukum. Sebagian ulama ahli hadits berkeyakinan bahwa hadits ahad tidak bisa dijadikan landasan hukum untuk masalah aqidah. Sebab, menurut mereka hadits ahad bukanlah qat’i as-tsubut (pasti ketetapannya). Namun menurut para ahli hadits yang lain dan mayoritas ulama, bahwa hadits ahad wajib diamalkan jika telah memenuhi syarat kesahihan hadits yang telah disepakati.

Hadits ahad dibagi menjadi tiga macam, yaitu hadits masyhur, hadits aziz, dan hadits garib.

Hadits Aziz, bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan) 16.
Hadits Mashur, bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir.
Hadits Gharib, bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur, meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur).
Hadits Garib juga biasa disebut hadits fardun yang artinya sendirian. Ibnu Hajar menganggap bahwa antara garib dan fardun adalah sinonim, baik secara istilah, tetapi kebanyakan para ahli hadits membedakan antara garib dan fardun, yakni istilah fardun merujuk kepada garib mutlak, sedangkan istilah garib dipakai pada garib nisbi. Hal ini sesuai dengan pengklasifikasian hadits garib yang memang menjadi dua bagian, yaitu:
 Hadits Garib Mutlak (fardun)
Hadits garib mutlak yaitu hadits yang diriwayatkan oleh satu rowi secara sendirian. Kesendirian rowi itu terdapat pada generasi tabi’in atau pada generasi setelah tabi’in, dan bisa juga terjadi pada setiap tingkatan sanadnya.
 Hadits Garib Nisbi
Yang termasuk sebagai hadits garib nisbi yaitu rowi hadits tersebut sendirian dalam hal sifat ataupun keadaan tertentu. Kesendirian dalam hal sifat atau keadaan rawi mempunyai tiga kemungkinan yaitu, sendirian dalam hal keadilan dan kedabitan, sendirian dalam hal tempat tinggal, sendirian dalam hal rawi 17.

2.2 Klasikfikasi Hadits Berdasarkan Diterima dan Ditolaknya (Kualitas)
Kategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, da’if dan maudu’.
1. Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Sanadnya bersambung; Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya; Haditsnya musnad, maksudnya hadits tersebut disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW; Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits (tidak ada ‘illah).
2. Hadits Hasan, bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.
3. Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal) dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.
4. Hadits Maudu’, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.

2.3 Klasifikasi Hadits Dari Segi Kedudukan Dalam Hujjah
2.3.1 Hadits Maqbul
Maqbul menurut bahasa berarti yang diambil; yang diterima; yang dibenarkan. Sedangkan menurut urf Muhaditsin. Hadits Maqbul ialah hadits yang menunjuki suatu keterangan bahwa Nabi Muhammad SAW menyabdakannya.
Jumhur Ulama berpendapat bahwa hadits maqbul ini wajib diterima. Sedangkan yang termasuk dalam kategori hadits maqbul adalah :
 Hadits sahih, baik yang lizatihu maupun yang ligairihi.
 Hadits hasan, baik yang lizatihi maupun yang ligairihi.
Apabila ditinjau dari segi kemakmurannya, maka hadits maqbul dapat dibagi menjadi 2 yakni hadits maqbulun bihi dan hadits gairu ma’mulin bihi.
2.3.2 Hadits Mardud
Mardud menurut bahasa berarti yang ditolak; yang tidak diterima. Sedangkan menurut urf Muhaditsin, Hadits Mardud ialah hadits yang tidak menunjuki keterangan yang kuat akan adanya dan tidak menunjuki keterangan yang kuat atas ketidakadaannya, tetapi adanya dengan ketidakadaannya bersamaan. Maka, Jumhur Ulama mewajibkan untuk menerima hadits – hadits maqbul, dan sebaliknya setiap hadits yang mardud tidak boleh diterima dan tidak boleh diamalkan (harus ditolak). Jadi, hadits mardud adalah semua hadits yang telah dihukumi dhaif.

2.4 Klasifikasi Hadits Dari Segi Perkembangan Sanadnya
2.4.1 Hadits Muttasil
Hadits Muttasil adalah hadits yang didengar oleh masing – masing rawinya dari rawi yang di atasnya sampai kepada ujung sanadnya, baik hadits marfu’ maupun hadits mauquf.

2.4.2 Hadits Munqati’
Hadits Munqati’ adalah setiap hadits yang tidak bersambung sanadnya, baik yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW maupun disandarkan kepada yang lain 18.

BAB III
KESIMPULAN

Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al – Qur’an. Di dalam Hadits itu sendiri terpata klasifikasi atau penggolongan baik dari segi banyaknya rowi yaitu ada hadits mutawatir dan hadits ahad; dari segi kualitas hadits ada hadits sahih, hadits hasan, hadits daif , dan hadits maudu’ ; dari segi kedudukan dalam hujjah ada hadits maqbul dan hadits mardud; dari segi perkembangan sanadnya ada hadits muttasil dan munqati’.

CATATAN KAKI

1 Najib Kusnanto. 2006. Qur’an Hadits Madrasah Aliyah. Sragen : Akik Pustaka, hal 27.
2 http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/4/1/pustaka-99.html
3 Prof. DR. Muh. Zuhri. Hadits Nabi : Telaah Historis dan Metodologis. Cetakan II. (Tiara Wacana, Yogyakarta, 2003) Hal. 83.
4 Nicolas P. Aghnides. Pengantar Ilmu Hukum Islam. Cetakan II. (AB Sitti Sjamsijah, Surakarta, 1968). Hal. 25.
5 Nicolas P. Aghnides. Ibid. Hal. 27.
6 H. Soekama Karya. Opcit. Hal. 93.
7 http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/4/1/pustaka-99.html
8 Dr. Syamsuddin Arif. Prinsip-prinsip Dasar Epistemologi Islam. Dalam Jurnal ISLAMIA Th. II No. 5. Epistemologi Islam dan Problem Muslim Kontemporer. Hal. 31.
9 Drs. Muhammad Ahmad. 1998. Ulumul Hadits. Bandung : Pustaka Setia, hal 67.
10 Ibid., hal 67.
11 http://wikipedia.id.com
12 http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/4/1/pustaka-99.html
13 Prof. DR. Muh. Zuhri. Opcit. Hal. 84-85.
14 Prof. DR. Muh. Zuhri. Opcit. Hal. 86.
15 Dr. Syamsuddin Arif. Prinsip-prinsip Dasar Epistemologi Islam. Dalam Jurnal ISLAMIA Th. II No. 5. Epistemologi Islam dan Problem Muslim Kontemporer. Hal. 32.
16 http://wikipedia.id.com
17 Najib Kusnanto. Opcit. Hal. , 47.
18 Drs. Muhammad Ahmad. Opcit., Hal. 82-85.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kusnanto, Najib (2006). Qur’an Hadits Madrasah Aliyah. Sragen : AkikPustaka.
2. Zuhri Muh (2003). Hadits Nabi : Telaah Historis dan Metodologis. Yogyakarta : Tiara Wacana.
3. Aghnides, Nicolas (1968). Pengantar Ilmu Hukum Islam. Surakarta.
4. Ahmad, Muhammad (1998). Ulumul Hadits. Bandung : Pustaka Setia.
5. Juanda, Asep (2007). Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung : Pustaka Setia.

koloid, suspensi, larutan (kimia)

BAB I
PENDAHULUAN

Sistem koloid berhubungan dengan proses – prose di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid.
Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Kemudian, es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam, es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Kesemuanya merupakan contoh koloid.
Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral – mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh – tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian koloid, larutan, suspensi

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen.
Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll.
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contohnya larutan gula atau larutan garam.
Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke bawah.

Ciri – cirinya:
1. Larutan (Dispersi Molekuler)
@1 fase
@jernih
@homogen
@diameter partikel:  <1 nm
@tidak dapat disaring
@tidak memisah jika didiamkan

2.Koloid (Dispersi Koloid)
@2 fase
@keruh
@antara homogen dengan heterogen
@diameter partikel: 1 nm<d<100 nm
@tidak dapat disaring dengan penyaring biasa, melainkan dengan penyaring ultra
@tidak memisahkan jika didiamkan

3. Suspensi(Dispersi Kasar)
@2 fase
@keruh
@heterogen
@diameter partikel: >100 nm
@dapat disaring dengan kertas saring biasa
@memisah jika didiamkan

Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7.

2.2 Jenis – jenis koloid

Koloid merupakan suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan bersifat stabil. Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :
– Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
– Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1. Sol (fase terdispersi padat)
a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat
Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam
b. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair
Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat
c. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas
Contoh: debu di udara, asap pembakaran

2. Emulsi (fase terdispersi cair)
a. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat
Contoh: Jelly, keju, mentega, nasi
b. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair
Contoh: susu, mayones, krim tangan
c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas
Contoh: hairspray dan obat nyamuk

3. Buih (fase terdispersi gas)
a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat
Contoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoam
b. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair
Contoh: putih telur yang dikocok, busa sabun
Untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan medium pendispersi sama-
sama berupa gas, campurannya tergolong larutan.

BAB III
KOLOID SOL

3.1 Sifat – sifat koloid sol:
1. Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.
2. Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.
Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan), cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
3. Adsorpsi koloid
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Beda halnya dengan absorpsi. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya, melainkan di dalam sol padat tersebut.
Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya, baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
4. Muatan koloid sol
Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Berikut penjelasan tentang sumber muatan koloid, kestabilan, lapisan bermuatan ganda, elektroforesis koloid sol, dan proses – proses lainnya pada koloid sol :
A. Sumber muatan koloid sol
Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara, yaitu :
Proses adsorpsi
Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif, sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif.
Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. Jika anion CI- berlebih, maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CI- sehingga bermuatan positif.

Proses ionisasi gugus permukaan partikel
Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen. Berikut penjelasannya:
^-^  Koloid protein
Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan biasa (-NH2). Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein.

Pada ph rendah , gugus basa –NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus –NH3. Ph tinggi, gugus –COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus – COO-. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan –NH3+ dan COO- saling meniadakan.
^-^ Koloid sabun dan deterjen
Pada konsentrasi relatif pekat, molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi.

Sabun adalah garam karboksilat dengan rumus R-COO-Na+. Anion R-COO- terdiri dari gugus R- yang bersifat non pola. Gugus R- atau ekor non-polar tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat.

B. Kestabilan koloid
Terdapat beberapa gaya pada sistem koloid yang menentukan kestabilan koloid, yaitu sebagai berikut :
Gaya pertama ialah gaya tarik – menarik yang dikenaln dengan gaya London – Van der Waals. Gaya ini menyebabkan partikel – partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan akhirnya mengendap.
Gaya kedua ialah gaya tolak menolak. Gaya ini terjadi karena pertumpangtindihan lapisan ganda listrik yang bermuatan sama. Gaya tolak – menolak tersebut akan membuat dispersi koloid menjadi stabil.
Gaya ketiga ialah gaya tarik – menarik antara partikel koloid dengan medium pendispersinya. Terkadang, gaya ini dapat menyebabkan terjadinya agregasi partikel koloid dan gaya ini juga dapat meningkatkan kestabilan sistem koloid secara keseluruhan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas koloid ialah muatan permukaan koloid. Besarnya muatan pada permukaan partikel dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dalam medium pendispersi. Penambahan kation pada permukaan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menetralkan muatan tersebut dan menyebabkan koloid menjadi tidak stabil.
Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya. Contoh: es krim, tinta, cat. Untuk itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekeliling koloid tersebut. Koloid lain ini disebut koloid pelindung. Contoh: gelatin pada sol Fe(OH)3.

Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaitu zat yang dapat tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi. Contoh: sabun deterjen sebagai emulgator dari emulsi minyak dan air.

C. Lapisan bermuatan ganda

Pada awalnya, partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid, maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda.

Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan dari medium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. Model lapisan berganda tersebut tijelaskan pada lapisan ganda Stern. Adanya lapisan ini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral.

D. Elektroforesis
Elektroforesis adalah suatu proses untuk menghitung berpindahnya ion atau partikel koloid bermuatan dalam medium cair yang dipengaruhi oleh medan listrik. Yaitu, pergerakan partikel – partikel koloid dalam medan listrik ke masing – masing elektrode. Prinsip kerja elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap hasil industri dengan alat Cottrell.

E. Koagulasi

Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara:
1. Mekanik. Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan, pendinginan atau pengadukan cepat.

2. Kimia. Dengan penambahan elektrolit (asam, basa, atau garam). Contoh: susu + sirup masam —> menggumpal
lumpur + tawas —> menggumpal
Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan. Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3 yang bermuatan negatif.
F. Koloid liofol dan liofob
Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel koloid terhadap medium pendispersinya, kita mengenal dua macam koloid :
Koloid liofil yaitu koloid yang ”senang cairan” (bahasa Yunani : liyo = cairan; philia = senang). Partikel koloid akan mengadsorpsi molekul cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu. Contoh koloid liofil adalah kanji, protein, dan agar-agar.
Koloid liofob yaitu koloid yang ”benci cairan” (phobia = benci). Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan. Contoh koloid liofob adalah sol sulfida dan sol logam.

Ciri – cirinya:

1. Sol Liofil
@Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya
@Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan
@Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. Terdapat proses solvasi/ hidrasi, yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung
@Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi
@Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit
@Reversibel, artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi, kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya.
@Memberikan efek Tyndall yang lemah
@Dapat bermigrasi ke anode, katode, atau tidak bermigrasi sama sekali

2.Sol Liofob
@Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya
@Memiliki muatan positif atau negative
@Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik
@Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi
@Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan
@Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol
@Memberikan efek Tyndall yang jelas
@Akan bergerak ke anode atau katode, tergantung jenis muatan partikel

3.2 Pembuatan sistem koloid sol

1. Cara Kondensasi
a. Reaksi dekomposisi rangkap
Misalnya:
– Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang;
As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l)
(Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-)
– Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer; AgNO3 (ag) + HCl(aq) AgCl (koloid) + HNO3 (aq)

b. Reaksi redoks
Misalnya:
– Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan
melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH;
2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq)
– Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan
mengalirinya gas H2S ; 2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l)

c. Reaksi hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Misalanya:
– Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan
larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih;
FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq)
(Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+)
– Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih;
AlCl3 (aq) + 3H2O(l) Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq)

d. Reaksi pergantian pelarut
Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi
yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Misalnya;
– untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belarang harus terlenih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.
– Sebaliknya, kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol, mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air, kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.

2. Cara Dispersi
a. Cara mekanik
Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid, yang biasa digunakan dalam:
– industri makanan untuk membuat jus buah, selai, krim, es krim,dsb.
– Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi, semir sepatu, deterjen, dsb.
– Industri kimia untuk membuat pelumas padat, cat dan zat pewarna.
– Industri-industri lainnya seperti industri plastik, farmasi, tekstil, dan kertas.

b. Cara peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu.
Contoh:
– Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin.
– Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3.
– Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif
– Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. Contohnya; gelatin dalam air.

c. Cara busur bredig
Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam, sperti Ag, Au, dan Pt. Dalam cara ini, logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian, kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam, maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi.
3.3 Pemurnian koloid sol
1. Dialisis
Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid, sehingga koloid dan cairan akan berpisah. Prinsip dialysis ini digunakan dalam proses pencucian darah orang yang ginjalnya tidak berfungsi lagi. Dalam tubuh, ginjal berfungsi sebagai alat dialisis darah

2. Elektrodialisis
Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. Cara kerjanya; listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. Adanya pengaruh medanlistrik akanmempercepat proses pemurnian sistem koloid.
Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik.

3. Penyaring Ultra
Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring, karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. Tetapi, bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan, maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra.
Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuklambat, jadi tekanan harus dinaikkan untuk mempercepat proses ini. Terakhir, partikel-pertikel koloid akan teringgal di kertas saring. Partikel-partikel kolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya, dengan menggunakan penyaring ultra bertahap.

BAB IV
KOLOID EMULSI

KOLOID EMULSISeperti yang telah dijelaskan, emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. Kemudian, berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi:
Emulsi Gas
Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium pendispersi gas. Pada aerosol cair, seperti; hairspray dan obat nyamuk dalam kemasan kaleng, untuk dapat membentuk system koloid atau menghasilkan semprot aerosol yang diperlukan, dibutuhkan bantuan bahan pendorong/ propelan aerosol, anatar lain; CFC (klorofuorokarbon atau Freon). Aerosol cair juga memiliki sifat-sifat seperti sol liofob; efek Tyndall, gerak Brown, dan kestabilan denganmuatan partikel. Contoh: dalam hutan yang lebat, cahaya matahari akan disebarkan oleh partikel-partikel koloid dari sistem koloid kabut à merupakan contoh efek Tyndall pada aerosol cair.
Emulsi Cair
Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur, tetapi tidak dapat saling melarutkan, dapt juga disebut zat cair polar &zat cair non-polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat lainnya; minyak (zat cair non-polar). Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu; emulsi minyak dalam air (cth: susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air,jadi butiran minyak di dalam air), atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak, jadi butiran air dalam minyak).
Beberapa sifat emulsi yang penting:
– Demulsifikasi
Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan, proses sentrifugasi, pendinginan, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengemulsi. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air, apabila kestabilan emulsi ini rusak,maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak; apabila kestabilan emulsi ini rusak, maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH).

– Pengenceran
Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya, emulsi dapat diencerkan. Sebaliknya, fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi.

Emulsi Padat atau Gel

Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat, dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. Sehingga, terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. Ada dua jenis gel, yaitu:
i. Gel elastis
Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat, sehingga gel ini bersifat elastis. Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun.
ii.Gel non-elastis
Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat, maka gel ini dapat bersifat non-elastis. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis, gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia; menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat, sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika.

Beberapa sifat gel yang penting adalah:
– Hidrasi
Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya, tetapi sebaliknya, gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair.
– Menggembung (swelling)
Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair. Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung.
– Sineresis
Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut, dan proses ini disebut sineresis.
– Tiksotropi
Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk. Sifat ini disebut tiksotropi. Contohnya adalah gel besi oksida, perak oksida, dsb.

BAB V
KOLOID BUIH

Buih adalah koolid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat. Baerdasarkan medium pendisperasinya, buih dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Buih Cair (Buih)
Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair. Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa udara atao karbondioksida yang terbetuk dari fermentasi. Kestabilan buih dapat diperoleh dari adanya zat pembuih (surfaktan). Zat ini teradsorbsi ke daerah antar-fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan.
Ukuran kolid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem kolid umumnya, tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antar-fase dimana zat pembuih teradsorbsi, ukuran kolid berkisar 0,0000010 cm. Buih cair memiliki struktur yang tidak beraturan. Strukturnya ditentukan oleh kandungan zat cairnya, bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih rata-rata. Jika fraksi zat cair lebih dari 5%, gelembung gas akan mempunyai bentuk hamper seperti bola. Jika kurang dari 5%, maka bentuk gelembung gas adalah polihedral.

Beberapa sifat buih cair yang penting:
Struktur buih cair dapat berubah dengan waktu, karena:
– pemisahan medium pendispersi (zat cair) atau drainase, karena kerapatan gas dan zat cair yang jauh berbeda,
– terjadinya difusi gelembung gas yang kecil ke gelembung gas yang besar akibat tegangan permukaan, sehingga ukuran gelembung gas menjadi lebih besar,
– rusaknya film antara dua gelembung gas.
Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar. Bila gaya yang diberikan kecil, maka struktur buih akan kembali ke bentuk awal setelah gaya tersebut ditiadakan. Jika gaya yang diberikan cukup besar, maka akan terjadi deformasi.

Contoh buih cair:
– Buih hasil kocokan putih telur
Karen audara di sekitar putih telur akan teraduk dan menggunakan zat pembuih, yaitu protein dan glikoprotein yang berasal dari putih telur itu sendiri untukmembentuk buih yang relative stabil. Sehingga putih telur yang dikocok akan mengembang.
– Buih hasil akibat pemadam kebakaran
Alat pemadam kebakaran mengandung campuran air, natrium bikarbonat, aluminium sulfat, serta suatu zat pembuih. Karbondioksida yang dilepas akan membentuk buih dengan bamtuam zat pembuih tersebut.

Buih Padat
Buih padat adalah sistem kolid dengan fase terdisperasi gas dan denganmedium pendisperasi zat padat. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). Contoh-contoh buih padatyang mungkin kita ketahui:

– Roti
Proses peragian yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan roti. Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilimgi gelembung-gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat.
– Batu apung
Dari proses solidifikasi gelas vulkanik, maka terbentuklah batu apung.
– Styrofoam
Styrofoam memiliki fase terdisperasi karbondioksida dan udara, serta medium pendisperasi polistirena.

BAB VI
KEGUNAAN KOLOID

Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar.

Beberapa contoh koloid
Industri makanan = Keju, mentega, susu, saus salad
Industri kosmetika dan perawatan tubuh= Krim, pasta gigi, sabun
Industri cat= Cat
Industri kebutuhan rumah tangga= Sabun, deterjen
Industri pertanian= Peptisida dan insektisida
Industri farmasi= Minyak ikan, pensilin untuk suntikan

^-^Pemutihan Gula
pemutihan gulaDengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon, partikel-partikel koloid kemudian akan mengadsorbsi zat warna tersebut. Sehingga gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan.
^-^Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. Jika terdapat luka kecil, maka luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan Fe+3, dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein danmembnatu penggumpalan darah.

^-^Pembentukan Delta di Muara Sungai
Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.

^-^Pengambilan Endapan Pengotor
Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untukmemisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid.

^-^Penjernihan Air
Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.

waterpurify

BAB VII
PENUTUP

7.1 KESIMPULAN
Koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari – hari untuk proses apapun. Koloid juga saling berhubungan antara larutan dan suspensi. Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini disebut efek Tyndall. Koloid dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sol, emulsi, dan buih.
Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lainpada permukaannya, dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar, maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi. Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya pada penambahan elektrolit. Penambahan elekrolit akan menetralkan muatan koloid, sehingga faktor yang menstabilkannya hilang. Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya; sebaliknya, pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.
Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi. Pada cara dispersi, bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya. Pada cara kondensasi, koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan), sehingga menjadi partikel koloid. Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air.

7.2 DAFTAR PUSTAKA DAN REFERENSI
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_koloid
2. http://sistemkoloid.tripod.com/kegunaan.htm
3. http://nabilahfairest.multiply.com/journal/item/38/koloid
4. http://user.cbn.net.id/johanoni/koloid.htm
5. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas_x/koloid/
6. Parning, dkk. 2006. Kimia SMA Kelas XI Semester Kedua. Jakarta : Yudhistira.
7. Suharsini, Maria. 2005. Kimia dan Kecakapan Hidup. Jakarta : Ganesa Exact.

CATATAN PENTING!

BAGI SIAPA ZA YANG MAU AMBIL HARUS DITULIS SUMBERNYA LHO!

KARYA ILMIAH TEKNOLOGI SERBA GUNA

Tema Alat : Pembangkit listrik tenaga air
Nama Alat : Mini Waterwheel
Tujuan : Alat yang bisa menghasilkan listrik tanpa menggunakan bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, tetapi menggunakan arus deras air sebagai sumber utamanya.
Kegunaan :
 Sebagai pembangkit listrik dengan menggunakan gerakan kuat jatuhan air. Benda ini sangat berguna khususnya di daerah pedesaan atau pedalaman yang belum terjangkau Perusahaan Listrik Negara.
 Membantu masyarakat dan pemerintahan untuk menghemat daya listrik dikarenakan efek pemanasan global
 Menghemat biaya, dikarenakan memakai mesin listrik membutuhkan biaya yaitu bahan bakar sedangkan alat ini hanya membutuhkan air untuk menghasilkan energi.
Teori : Mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Terjadinya induksi elektromagnetik.
Alat dan Bahan :
• Triplek
• Kayu
• Dinamo (Dinamo Sepeda)
• Paku Sekrup
• Paku
• Lem Kayu
• Pipa Air
• Bak (Baskom)
• Air
• Palu
Prinsip Kerja:
1. Kincir diletakkan pada aliran air, dan yang dibutuhkan adalah arus air yang deras sehingga roda berputar. Makin deras arus air maka makin cepat roda berputar. Kemudian dinamo yang menyentuh kincir menerima gesekan dari kincir. Kecepatan kincir berputar juga dipengaruhi massa, ukuran kincir yang digunakan dan alat yang menghubungkan antara kincir dengan dinamo.
2. Dinamo terdiri atas magnet permanen yang dapat berputar dan ditempatkan didekat sebuah kumparan yang diam. Magnet dihubungkan dengan kincir. Ketika kincir berputar magnetpun ikut berputar sehingga terjadi induksi elektromagnetik. Akibatnya kumparan yang dihubungkan ke lampu atau ke alat listrik lainnya akan menghasilkan ggl induksi, yang kemudian dapat mengalirkan arus listrik. Besar kecilnya arus listrik ini dipengaruhi kecepatan kincir.
3. Alat ini sangat fleksibel untuk lokasi seperti air terjun, arus sungai yang deras dengan kedalaman yang cukup, waduk, dan yang sejenisnya. Dengan memanfaatkan energi
4. yang terdapat pada dersanya jatuhan air yang mengalir.
Pada alat ini alat pompa air yang diibaratkan sebagai air terjun memancing geraknya kincir. Kemudian menggerakkan dinamo. Terjadilah peristiwa induksi elektromagnetik.

Kesimpulan :
Dengan memanfaatkan sumber daya alam yaitu arus air dapat menghasilkan sumber energi listrik. Dengan menggunakan hukum kekekalan energi energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi energi dapat diubah ke bentuk yang lain. Energi gerak menjadi energi listrik, dan terjadinya induksi elektromagnetik pada kumparan dinamo di waterwheel.

inget yang mau ambil don’t forget cantumin sumbernya http://www.nuranimahabbah.wordpress.com

makalah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Krisis energi yang melanda negeri ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Di tengah persoalan tersebut, pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi solusi alternative. Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat pennulisan, metode penyelesaian, dan sistematika penulisan tentang penggunaan biogas sebagai pengganti BBM untuk penghasil energi.

Dengan timbulnya kelangkaan bahan bakar minyak yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, pemerintah mengajak masyarakat untuk mengatasi masalah energi ini secara bersama-sama karena kenaikan harga yang mencapai 72 dolar/barel ini termasuk luar biasa ¹. Harga ini membuat harga minyak menjadi yang tertinggi sepanjang abad 21. Masalah ini memang sulit sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa kenaikan harga minyak akan menyebabkan kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada APBN 2006. Peryataan selanjutnya dikatakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan bahwa masyarakat perlu untuk melakukan penghematan di segala sisi termasuk penggunaan BBM, listrik, air, dan telepon ². Adapun hal yang menyebabkan keharusan setiap warga untuk melakukan proses penghematan adalah karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable). Salah satu jalan untuk melakukan penghematan BBM adalah dengan mencari sumber energi alternatif terutama yang dapat diperbarui (renewable) ³.

Sebagai contoh, potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi adalah batu bara, panas bumi, aliran sungai, angin, matahari, sampah serta sumber-sumber lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti pohon jarak. Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian dari biogas?
2. Efektifkah biogas sebagai pengganti BBM untuk menghasilkan energi?
3. Apa saja bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan biogas?
4. Apa saja kandungan yang dimiliki oleh biogas?
5. Apa perbedaan biogas dengan sumber bahan bakar lainnya?
6. Bagaimana cara menolah biogas?
7. Bagaimana cara pemanfaatan biogas?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui pengertian biogas.
2. Mengetahui kandungan yang terdapat dalam biogas.
3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki biogas.
4. Mengetahui cara pemanfaatan dan pengolahan biogas.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Dapat mengetahui perbedaan biogas dengan sumber enrgi bahan bakar lainnya.
2. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki biogas.
3. Dapat mengetahui cara megolah biogas.
4. Dapat menambah wawasan.
5. Dapat membantu memecahkan masalah akibat kelangkaan BBM sebagi sumber energi.
6. Dapat memotivasi untuk menghasilkan teknologi tepat guna dalam rangka membantu pemerintah untuk menghemat energi.

1.5 Metode Penyelesaian

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode penulisan referensi sumber pustaka dan rangkuman.

1.6 Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
1.5 Metode Penyelesaian
1.6 Sistematika Penulisan
Bab II Pengenalan Biogas
2.1 Pengertian Biogas
2.2 Sejarah Biogas
2.3 Prinsip Teknologi
2.4 Komposisi
Bab III Pengolahan, Reaktor dan Proses Kerja Biogas
3.1 Pengolahan Biogas
3.2 Reaktor Biogas
3.2.1 Reaktor kubah tetap
3.2.2 Reaktor floating drum
3.2.3 Reaktor balon
Bab IV Manfaat dan Kelebihan Biogas
4.1 Manfaat dan Kelebihan yang dimiliki Biogas
4.1.1 Perhitungan Peluang Pemanfaatan Biogas dalam Mengatasi Masalah BBM di
Indonesia
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

BAB II
PENGENALAN BIOGAS

2.1 Pengertian Biogas

Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen disebut anaerobik digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana. material organik yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraiakan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. Tahap pertama material orgranik akan didegradasi menjadi asam asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asifdifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana.

Setelah material organik berubah menjadi asam asam, maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus, methanosarcina, methano bacterium.

Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi. Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah sampah / limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai. Aplikasi anaerobik digestion telah berhasil pada pengolahan limbah industri, limbah pertanian limbah peternakan dan municipal solid waste (MSW).

2.2 Sejarah Biogas

Gas methan sudah lama digunakan oleh warga Mesir, China, dan Roma kuno untuk dibakar dan digunakan sebagai penghasil panas. Sedangkan, proses fermentasi lebih lanjut untuk menghasilkan gas methan ini pertama kali ditemukan oleh Alessandro Volta (1776). Hasil identifikasi gas yang dapat terbakar ini dilakukan oleh Willam Henry pada tahun 1806. Dan Becham (1868), murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882), adalah orang pertama yang memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan.

Adapun alat penghasil biogas secara anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. Pada akhir abad ke-19, riset untuk menjadikan gas methan sebagai biogas dilakukan oleh Jerman dan Perancis pada masa antara dua Perang Dunia. Selama Perang Dunia II, banyak petani di Inggris dan Benua Eropa yang membuat alat penghasil biogas kecil yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Akibat kemudahan dalam memperoleh BBM dan harganya yang murah pada tahun 1950-an, proses pemakaian biogas ini mulai ditinggalkan. Tetapi, di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Oleh karena itu, di India kegiatan produksi biogas terus dilakukan semenjak abad ke-19. Saat ini, negara berkembang lainnya, seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Nugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat penghasil biogas . Selain di negara berkembang, teknologi biogas juga telah dikembangkan di negara maju seperti Jerman .

2.3 Prinsip Teknologi

Pada prinsipnya, teknologi biogas adalah teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi (pembusukan) dari sampah organik secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan sehingga dihasilkan gas methan. Gas methan adalah gas yang mengandung satu atom C dan 4 atom H yang memiliki sifat mudah terbakar. Gas methan yang dihasilkan kemudian dapat dibakar sehingga dihasilkan energi panas. Bahan organik yang bisa digunakan sebagai bahan baku industri ini adalah sampah organik, limbah yang sebagian besar terdiri dari kotoran, dan potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman, seperti jerami dan sebagainya, serta air yang cukup banyak . Proses ini sebetulnya terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat .

Prinsip pembangkit biogas, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry), dan pipa penyaluran biogas yang terbentuk. Di dalam digester ini terdapat bakteri methan yang mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa, gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain .

2.4 Komposisi

Biogas sebagian besar mengandung gs metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), dan beberapa kandungan yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfida (H2S) dan ammonia (NH3) serta hydrogen dan (H2), nitrogen yang kandungannya sangat kecil.

Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas, dan sebaliknya semakin kecil kandungan metana semakin kecil nilai kalor. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu : Menghilangkan hidrogen sulphur, kandungan air dan karbon dioksida (CO2). Hidrogen sulphur mengandung racun dan zat yang menyebabkan korosi, bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menyebabkan gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. Bila gas dibakar maka hidrogen sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama-sama oksigen, yaitu sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3). senyawa ini lebih beracun. Pada saat yang sama akan membentuk Sulphur acid (H2SO3) suatu senyawa yang lebih korosif. Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas, sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbukan korosif.

BAB III
PENGOLAHAN, JENIS REAKTOR DAN PROSES KERJA BIOGAS

3.1 Pengolahan Biogas

Pengolahan biogas banyak macamnya, di antaranya dengan skala besar atau skala kecil. Keduanya membutuhkan bahan baku yang sama yaitu kotoran atau sampah organik. Perbedaannya untuk skala besar digunakan untuk menampung energi bagi masyarakat luas dengan kegiatan atau pekerjaan yang lebih banyak. Contohnya, pembangkit listrik di pedesaan. Sedangkan skala kecil digunakan untuk menampung energi bagi usaha atau kegiatan yang lebih personal. Contohnya, salah satu bahan bakar untuk memproduksi kue donat di pabrik donat. Berikut contoh cara pembuatan biogas:

1. Kotoran sapi kira-kira 1kg atau berapalah dibungkus plastik kemudian di kubur dalam tanah selama kurang lebih 1-3 bulan

2. Buat wadah untuk tempatnya misalnya gali tanah atau di tong sampah jangan lupa buat lubang atau apalah untuk nyalurin gas yang dihasilkannya melalui selang

3. Masukkan kotoran sapi tadi ke dalam tempat yang sudah disediakan tadi kemudian tambahkan kotoran sapi atau sampah organik lain tutup tempatnya tunggu sampai kotoran sapi tadi diuraikan bakteri.

3.2 Reaktor Biogas

Ada beberapa jenis reaktor biogas yang dikembangkan diantaranya adalah reaktor jenis kubah tetap (Fixed-dome), reaktor terapung (Floating drum), reaktor jenis balon, jenis horizontal, jenis lubang tanah, jenis ferrocement. Dari keenam jenis digester biogas yang sering digunakan adalah jenis kubah tetap (Fixed-dome) dan jenis Drum mengambang (Floating drum). Beberapa tahun terakhi ini dikembangkan jenis reaktor balon yang banyak digunakan sebagai reaktor sedehana dalam skala kecil.

3.2.1 Reaktor kubah tetap (Fixed-dome)

Reaktor ini disebut juga reaktor china. Dinamakan demikian karena reaktor ini dibuat pertama kali di chini sekitar tahun 1930 an, kemudian sejak saat itu reaktor ini berkembang dengan berbagai model. Pada reaktor ini memiliki dua bagian yaitu digester sebagai tempat pencerna material biogas dan sebagai rumah bagi bakteri,baik bakteri pembentuk asam ataupun bakteri pembentu gas metana. bagian ini dapat dibuat dengan kedalaman tertentu menggunakan batu, batu bata atau beton. Strukturnya harus kuat karna menahan gas aga tidak terjadi kebocoran. Bagian yang kedua adalah kubah tetap (fixed-dome). Dinamakan kubah tetap karena bentunknya menyerupai kubah dan bagian ini merupakan pengumpul gas yang tidak bergerak (fixed). Gas yang dihasilkan dari material organik pada digester akan mengalir dan disimpan di bagian kubah.

Keuntungan dari reaktor ini adalah biaya konstruksi lebih murah daripada menggunaka reaktor terapung, karena tidak memiliki bagian yang bergerak menggunakan besi yang tentunya harganya relatif lebih mahal dan perawatannya lebih mudah. Sedangkan kerugian dari reaktor ini adalah seringnya terjadi kehilangan gas pada bagian kubah karena konstruksi tetapnya.

3.2.2 Reaktor floating drum

Reaktor jenis terapung pertama kali dikembangkan di india pada tahun 1937 sehingga dinamakan dengan reaktor India. Memiliki bagian digester yang sama dengan reaktor kubah, perbedaannya terletak pada bagian penampung gas menggunakan peralatan bergerak menggunakan drum. Drum ini dapat bergerak naik turun yang berfungsi untuk menyimpan gas hasil fermentasi dalam digester. Pergerakan drum mengapung pada cairan dan tergantung dari jumlah gas yang dihasilkan.
Keuntungan dari reaktor ini adalah dapat melihat secara langsung volume gas yang tersimpan pada drum karena pergerakannya. Karena tempat penyimpanan yang terapung sehingga tekanan gas konstan. Sedangkan kerugiannya adalah biaya material konstruksi dari drum lebih mahal. faktor korosi pada drum juga menjadi masalah sehingga bagian pengumpul gas pada reaktor ini memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan menggunakan tipe kubah tetap.

3.2.3 Reaktor balon

Reaktor balon merupakan jenis reaktor yang banyak digunakan pada skala rumah tangga yang menggunakan bahan plastik sehingga lebih efisien dalam penanganan dan perubahan tempat biogas. reaktor ini terdiri dari satu bagian yang berfungsi sebagai digester dan penyimpan gas masing masing bercampur dalam satu ruangan tanpa sekat. Material organik terletak dibagian bawah karena memiliki berat yang lebih besar dibandingkan gas yang akan mengisi pada rongga atas.

3.3 Proses Kerja Biogas

Di dalam digester bakteri-bakteri methan mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas methan. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa, gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain. Biogas dihasilkan dengan mencampur limbah yang sebagian besar terdiri atas kotoran ternak dengan potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman, seperti jerami dan sebagainya, dengan air yang cukup banyak.

Untuk pertama kali dibutuhkan waktu lebih kurang dua minggu sampai satu bulan sebelum dihasilkan gas awal. Campuran tersebut selalu ditambah setiap hari dan sesekali diaduk, sedangkan yang sudah diolah dikeluarkan melalui saluran pengeluaran. Sisa dari limbah yang telah dicerna oleh bakteri methan atau bakteri biogas, yang disebut slurry atau lumpur, mempunyai kandungan hara yang sama dengan pupuk organik yang telah matang sebagaimana halnya kompos sehingga dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, atau jika akan disimpan atau diperjualbelikan dapat dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dimasukkan ke dalam karung.

BAB IV
MANFAAT DAN KELEBIHAN BIOGAS

4.1 Manfaat dan Kelebihan yang dimiliki Biogas

– Biogas merupakan energi tanpa menggunakan material yang masih memiliki manfaat termasuk biomassa sehingga biogas tidak merusak keseimbangan karbondioksida yang diakibatkan oleh penggundulan hutan (deforestation) dan perusakan tanah.
– Energi biogas dapat berfungsi sebagai energi pengganti bahan bakar fosil sehingga akan menurunkan gas rumah kaca di atmosfer dan emisi lainnya.
– Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang keberadaannya duatmosfer akan meningkatkan temperatur, dengan menggunakan biogas sebagai bahan bakar maka akan mengurangi gas metana di udara.
– Limbah berupa sampah kotoran hewan dan manusia merupakan material yang tidak bermanfaaat, bahkan bisa menngakibatkan racun yang sangat berbahaya. Aplikasi anaerobik digestion akan meminimalkan efek tersebut dan meningkatkan nilai manfaat dari limbah.
– Selain keuntungan energi yang didapat dari proses anaerobik digestion dengan menghasilkan gas bio, produk samping seperti sludge. Meterial ini diperoleh dari sisa proses anaerobik digestion yang berupa padat dan cair. Masing-masing dapat digunakan sebagai pupuk berupa pupuk cair dan pupuk padat.

4.2 Perhitungan Peluang Pemanfaatan Biogas dalam Mengatasi Masalah BBM di Indonesia

Program penghapusan BBM yang dilaksanakan pada tahun 2005 akan menjadi momentum yang tepat dalam penggunaan energi alternatif seperti biogas. Hal ini bisa dihitung dengan adanya jumlah bahan baku biogas yang melimpah dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan (8900 kkal/m3 gas methan murni) .

Hal yang pertama harus diperhitungkan dalam menghitung jumlah energi yang dihasilkan adalah berapa banyak jumlah bahan baku yang dihasilkan. Jumlah bahan baku gas ini didapatkan dengan menjumlahkan jumlah feses dan sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Jumlah bahan baku ini akan menentukan berapa jumlah energi dan volume alat pembentuk biogas .

Sebagai pertimbangan, telah diketahui di China dan India, dalam 1 hari jumlah feses yang dihasilkan 1 ekor sapi adalah 5 kg dan 80 kilogram kotoran sapi yang dicampur 80 liter air dan potongan limbah lainnya dapat menghasilkan 1 meter kubik biogas . Jika diasumsikan bahwa jumlah feses manusia yang dihasilkan sebanyak 0.5 kg/hari/orang, 1 keluarga terdiri dari 5 orang, dan setiap keluarga memelihara 1 ekor sapi, serta 1 desa terdiri dari 40 orang, maka akan didapatkan hasil perhitungan jumlah feses yang dihasilkan sebanyak 140 kg feses/ hari. Dengan jumlah ini, maka biogas yang dihasilkan setiap hari sebanyak 1,75 m3/hari atau sebesar 15.575 kkal/hari.

Hal ini akan semakin mengejutkan dengan adanya perhitungan bahwa jumlah penduduk indonesia berdasarkan data statistik pada tahun 2000 sebanyak lebih dari 200 juta jiwa . Dengan hanya mengandalkan asumsi perhitungan jumlah kotoran manusia tanpa memperhitungan sampah organik dan feses hewan ternak, akan didapatkan hasil feses sebanyak 100 juta kg feses/hari atau 1,25 juta m3/hari atau 11.125 juta kkal/hari. Apabila dengan asumsi konversi 1 J = 4.2 kal maka akan didapatkan hasil total energi yang dihasilkan hanya dari jumlah penduduk adalah sebesar 30.66 MW.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dengan adanya global warming (pemanasan global), berkurang sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti BBM, biogas dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul tentang itu. Biogas merupakan sistem teknologi penghasil energi dengan menggunakan bahan baku kotoran atau sampah organik. Menerapkan sistem fermentasi bakteri diciptakanlah alat biogas yang dapat dipergunakan sebagai penghasil energi dan pembangkit listrik. Bahan yang mudah didapatkan dan biaya yang tidak mahal sangat membantu masyarakat dalam menyelasaikan permasalahan ekonomi khususnya dengan naiknya harga BBM.

5.2 Saran

Dari uraian dan kesimpulan yang telah disusun maka penyusun ingin memberikan saran:
1. Semoga masyarakat luas dapat mempraktikan teknologi ini secara langsung.
2. Teknologi terus dikaji lebih dalam agar dapat menarik masyarakat untuk menggunakannya.
3. Adanya sosialisasi dan penyuluhan dari para peneliti ilmuan atau pemerintah terhadap masyarakat luas.

DAFTAR PUSTAKA

1. Asep Bayu, dkk. Biogas sebagai Peluang Pengembangan Energi Alternatif. http://megtech.net/?P=80
2. Burhani Rahman. Biogas Sumber Energi Alternatif. http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1123717100
3. Franky, dkk. Contoh Karya Ilmiah Kelas X. http://binacc.blogspot.com/2008/06/contoh-karya-ilmiah-kelas-x.html
4. Agung Pambudi. Pemanfaatan Biogas sebagai Energi Alternatif. http://www.dikti.go.id http://ditnaga-dikti.org-admin@dikti.org
5. Agus Mardiansyah. Re: Cara membuat Biogas? bagaimana???. http://www.blogspot.com-admin@blogsspot.com
6. Juanda, Asep dkk. 2006. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA. Bandung: Pustaka Setia